Breaking News:

Cegah Penularan Rabies, Pemkot Jakarta Utara Gelar Vaksinisasi Hewan Peliharaan di Koja

Petugas mendatangi tiap rumah (door to door) yang berada di 13 Rukun Warga (RW) yang memeilihara hewan peliharaan.

Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi Sudin Kominfotik Jakarta Utara
Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar vaksinasi gratis terhadap hewan peliharaan di Kelurahan Koja, Jakarta Utara, Selasa (9/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pemerintah Kota Jakarta Utara menggelar vaksinasi gratis terhadap hewan peliharaan di Kelurahan Koja, Jakarta Utara.

Kegiatan digelar guna mencegah penularan penyakit rabies di lingkungan warga.

Lurah Koja, Frimelda Novita mengatakan, vaksinasi rabies digelar atas permintaan warga dengan menyesuaikan program tahunan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kelautan (KPKP) Jakarta Utara.

Petugas mendatangi tiap rumah (door to door) yang berada di 13 Rukun Warga (RW) yang memeilihara hewan peliharaan.

"Seperti sekarang vaksinasi ini ada di RW 04, 05, dan 06. Kemarin di RW 01, 02, dan 03. Besok ada di RW lainnya," kata Frimelda, di RW 04, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara, Selasa (9/4/2019).

VIDEO Cegah Rabies, Anjing, Kucing dan Kera Divaksin di Pasar Minggu

Dijelaskannya, vaksinasi ditujukan untuk hewan peliharaan jenis kucing, anjing, kera dan musang.

Namun hingga saat ini, hanya ditemukan kucing dan anjing yang dipelihara warga.

"Totalnya sekitar lebih dari 30 ekor kucing dan anjing yang telah divaksin. Besok masih berlanjut ke RW lainnya," katanya.

Dokter Hewan Berwenang Sudin KPKP Jakarta Utara, drh. Inanusantri menerangkan, cairan vaksin yang disuntikkan ke hewan peliharaan tersebut berjenis Rabivet Supra 92.

Vaksin buatan Indonesia itu dipastikan ampuh mencegah penyakit rabies keempat hewan tersebut.

“Kami menggunakan vaksin buatan Indonesia yang disarankan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” katanya.

Disarankannya, pemilik hewan dapat menjamin kesehatan hewan yang dipeliharanya.

Satu diantara caranya yakni dengan rutin memberikan vaksinasi baik melalui program pemerintah maupun klinik hewan swasta.

"Dalam Pergub Nomor 199 Tahun 2016 Tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies disebutkan bahwa warga dilarang memelihara lebih dari lima hewan peliharaan dan harus menempatinya di dalam kandang. Jika itu tidak dilakukan, maka petugas berhak untuk mengambil hewan peliharaan tersebut," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved