VIDEO Simulasi Kopassus, Denjaka, dan Paskhas Membasmi Teroris
Dalam rapat koordinasi itu, kelompok teroris Foreign Terrorist Fighters melakukan sabotase dan menyandera sejumlah peserta rapat.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Ratusan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) beraksi saat simulasi operasi pembebasan sandera dalam Latihan Penanggulangan Terorisme, Selasa (9/4/2019) di Hotel Mercure Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Dengan latar hotel yang menghadap langsung ke lautan pantai barat Ancol, simulasi diawali dengan skenario rapat koordinasi yang diselenggarakan pemerintah di dalam Hotel Mercure.
Dalam rapat koordinasi itu, kelompok teroris Foreign Terrorist Fighters melakukan sabotase dan menyandera sejumlah peserta rapat.
Hotel Mercure Ancol dan sekitarnya pun dikuasai oleh para teroris itu.
Sementara itu, Government Intelligence Agency dari BAIS TNI pun mencari informasi tentang kondisi yang terjadi di dalam hotel.
Mengetahui hotel sudah dikuasai, BAIS TNI pun putar otak untuk menaklukkan para teroris melalui metode soft power approach.
Metode itu dilakukan dengan bernegosiasi dengan para teroris agar tak membahayakan para sandera.
Hal itu juga untuk memberikan waktu persiapan bagi Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) untuk melaksanakan operasi khusus.
Satgultor terdiri dari pasukan elit dari masing-masing matra TNI. Mereka adalah Satuan-SI (Sat-81) dari Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo-90 Paskhas TNI AU.
Mengawali operasi pemembasan sandera, tembakan sniper dari pasukan Denjaka di pantai dilepaskan untuk melumpuhkan teroris yang ada di rooftop Hotel Mercure.
Peluru yang dilepaskan tepat mengarah ke sasaran dan teroris yang ada di rooftop hotel pun tewas.
Selanjutnya, tim Motorized Special Action dari Sat-81 dan Satbravo-90 menyerang dari depan hotel dengan kendaraan taktis.
Seusai melumpuhkan teroris yang berjaga di depan hotel, mereka masuk dan menyisir bagian dalam hotel untuk menemukan titik penyanderaan.
Di saat bersamaan, tim Vertical Insertion Special Unit yang juga terdiri dari pasukan Sat-81 dan Satbravo-90 menyerang lewat rooftop.
• Manajemen Persija Jakarta Tepis Rumor Akan Datangkan Diego Forlan dan Robin van Persie
• Kisah Akhir Penjambret di Kuningan: Ditembak Saat Coba Kabur Hingga 10 Lokasi Aksi
• Jadi Caleg, Pengemudi Ojol Berjanji Perjuangkan Pembangunan Shelter dan Kredit Tanpa Bunga
Dibawa menggunakan Helli Bell milik TNI AD dan Heli Super Puma TNI AU, mereka melaksanakan fast-roping atau turun dari helikopter dengan menggunakan tali lalu masuk ke salah satu kamar tempat penyanderaan.
Pejabat negara yang disandera di dalam kamar hotel pun berhasil dibebaskan.
Namun, operasi ini belum selesai lantaran ada dua orang teroris kabur membawa satu orang tawanan ke arah venue jetski dekat pantai.
Mengetahui hal itu, dua unit sea rider dan dua unit jetski yang dikendarai Surface Insertion Special Action Unit dari personel Denjaka pun bertindak cepat.
Dari tengah laut, mereka langsung menuju ke venue jetski dan berupaya melumpuhkan teroris yang kabur.
Tonton Videonya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/simulasi-operasi-pembebasan-sandera-dalam-latihan-penanggulangan-terorisme.jpg)