Gandeng Bank Negara, Penyaluran dana PKH dari Kemensos Bersifat Nontunai

Kementerian Sosial gandeng penyaluran bantuan sosial PKH kepada KPM melalui kerjasama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara)

Gandeng Bank Negara, Penyaluran dana PKH dari Kemensos Bersifat Nontunai
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kronjo, Kabupaten Tangerang, Rabu (10/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KRONJO - Kementerian Sosial gandeng penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui kerjasama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).

Bank Rakyat Indonesia (BRI), BNI, BTN dan Bank Mandiri akan membantu dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH khususnya di Kabupaten Tanggerang.

"Telah dilakukan berbagai strategi untuk kelancaran penyaluran bantuan dengan memeratakan agen-agen BRI di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah agen BRI-Link sekitar 410.000an agen yg tersebar," jelas Vice Presiden Divisi Social Enterpreneurship BRI, Taufik Hidayat di Kabupaten Tangerang, Rabu (10/4/2019).

Namun, Taufik mengungkapkan terdapat beberapa kendala yang dialami pihak Himbara dalam penyaluran bansos PKH.

Sebagai bank berpelat merah ini, BRI melingkup wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) yaitu kondisi topografi dan geografi yang tersebar dan sulit dijangkau oleh KPM.

"Upaya yang dilakukan diantaranya dalam hal ini Bank BRI bersama Kemenkominfo dalam penyediaan jaringan komunikasi di daerah sulit sinyal, disertai optimalisasi jaringan BRISat yg dimiliki BRI, sehingga penyaluran bantuan sosial dapat berjalan dengan lancar dan optimal bagi KPM," terang Taufik.

Tak hanya sebagai penyalur dana PKH, Himbara juga berupaya mentransformasi penyaluran dana secara digital alias nontunai

"Himbara mengambil langkah melalui pemanfaatan agen BRI-Link. Artinya ada sharing profit antara perbankan dan para agen Bank dalam hal ini agen BRILink yg melibatkan masyarakat sehingga dapat memaksimalkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat," jelas Taufik.

Ia melanjutkan, pendamping penerima dana PKH berperan aktif untuk menginformasikan kepada KPM PKH dimana saja lokasi-lokasi agen BRI-Link .

BRI telah menyiapkan sejumlah 1.400 petugas bansos di seluruh Indonesia yang berperan menjembatani pendamping PKH dan BRI, s

"Sehingga penyaluran bansos semakin optimal," kata Taufik.

Ikut Teleconference Polri-Kemensos, Pemkot Siap Lancarkan Penyaluran Bansos di Jakarta Utara

Kemensos Siapkan 5 Dapur Umum di Banten Pascatsunami Selat Sunda

Dikesempatan yang sama, Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Himbara telah memberikan sebanyak 312.875 KPM dana PKH di Povinsi Banten.

"Bantuan tahap II Rp 210.398.750.00 dengan total bantuan Rp 578.247.295.000 untuk wilayah Provinsi Banten," jelas Agus.

Sedangkan, lanjut Agus, untuk Kabupaten Tangerang terdapat 93.924 KPM dengan bantuan tahap II Rp 59.119.700.000 dan total bantuan hingga bulan April 2019 mencapai Rp 159.789.675.000.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved