Penganiayaan Siswi SMP

Momen Haru Pertemuan Atta Halilintar dengan Audrey: 'Ga Kuat Senangnya, Ga Sia-sia Batalin Acara'

Sementara Atta Haliintar terlihat berada didekat Audrey seraya memegang tangan dan kepala siswi SMP berusia 14 tahun itu.

Momen Haru Pertemuan Atta Halilintar dengan Audrey: 'Ga Kuat Senangnya, Ga Sia-sia Batalin Acara'
Twitter/Instagram Atta Halilintar
Justice for Audrey di Twitter dan Atta Halilintar 

"Yang kuat ya dek," tulis Atta Halilintar dalam keterangan fotonya, Selasa (9/4/2019).

Sontak unggahan Atta Halilintar itu mendapatkan banyak respons dari pengguna Instagram.

"Terima kasih bg @attahalilintar Buat dukungannya, datang lah ke pontianak jenguk dek audrey."

"Alhamdulillah, bang atta udh baca beritanya... Mohon dukung audrey ya bang...."

"Mantap bangg yuk kita rame rame bela audreyyy."

"Jenguk bang udah keterlaluan ini mah anak SMA ny haduh jangan klarifikasi depan kamera lah."

Mengenal RM BTS yang Diidolakan Luna Maya: Ketua Grup hingga Punya IQ di Atas Rata-rata

Mischa Chandrawinata Diisukan Dekat dengan Ranty Maria, Marcel Chandrawinata: Itu Keputusan Mereka

Kronologis: korban dijebak

Diwartakan TribunPontianak.com, kronologis kejadian diungkapkan oleh Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat melalui konferensi pers.

KPPAD selaku lembaga yang bergerak dibidang perlindungan anak akan memberikan pendampingan baik pada korban maupun pelaku.

Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu yang hadir saat konferensi pers menceritakan kronologi kejadian penganiayaan tersebut.

Tumbur Manalu menjelaskan, kejadian pengeroyokan terhadap korban yang merupakan siswi SMP tersebut dua pekan lalu.

"Kejadian dua pekan lalu, Jumat (29/3/2019) namun baru dilaporkan pada orangtuanya, hari Jumat (5/4/2019) ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan. Kemudian kita dari KPAD langsung menerima pengaduan," ucap Manalu saat memberikan keterangan di Kantor KPPAD, Senin (8/4/2019).

Polisi Beberkan Hasil Visum Siswi SMP Dianiaya di Pontianak, Hotman Paris Minta Keadilan Ditegakan

Raihana, Urus A5 Demi Perjuangkan Hak Suara Anaknya Dalam Pemilu 2019

Manalu melanjutkan, korban dijemput terduga pelaku yang mencapai 12 orang. Namun sebenarnya, aktor utama hanya 3 orang.

"Korban sebenarnya berada di rumah, kemudian dia dijemput terduga pelaku dari 12 orang itu. Sebetulnya aktor utama 3 orang dan sisanya membantu atau tim hore," ucap Manalu.

Korban dijemput dengan alasan ada yang mau disampaikan dan diomongkan.

Jadi dengan seperti itu, korban bersedia ikut bersama pelaku dan dibawa ke Jalan Sulawesi.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved