Selain Untuk Tanaman, Kompos Produksi Bank Sampah Juga Diminati Warga Tomang Barat

Selain itu, hasil kompos di sana juga diminati oleh warga, hingga pihak kelurahan juga turut memesan

TribunJakarta/Leo Permana
Tatang selaku pengelola Bank Sampah Tomang Barat saat ditemui di lokasi, Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat, Rabu (10/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Di Bank Sampah Tobar (Tomang Barat) juga memproduksi pupuk kompos.

Tatang selaku pengelola Bank Sampah tersebut mengatakan, hasil produksi kompos biasa digunakan untuk tanaman hias di lingkungan pasar.

Selain itu, hasil kompos di sana juga diminati oleh warga, hingga pihak kelurahan juga turut memesan.

"Tapi sepenuhnya untuk tanaman hias saya, ada tanaman gantung, pot yang kurang lebih jumlahnya ada 76 pot tanaman yang berada di lingkungan pasar," katanya di Bank Sampah Tobar, Rabu (10/4/2019).

"Kalau warga ada juga yang membeli, hingga dari kelurahan ada juga yang memesan," tambah Tatang.

Ia menjelaskan karena di Pasar Tomang Barat yang beroperasi 24 jam, sampah organik yang terkumpul cukup banyak.

Semalem saja, lanjut Tatang, hampir 20 tong sampah yang berisi sampah organik yang terkumpul.

Namun dalam produksinya, ia mengaku temui kendala, karena ia tidak bisa hanya fokus dalam produksi kompos.

Hal itu dikarenakan ia juga melakukan tugas lainnya, sehingga tidak bisa hanya fokus ke produksi.

"Kadang-kadang pekerjaan kompos pun dalam sebulan hanya tiga kali produksi," ucapnya.

Tatang mengatakan dalam sekali produksi, kompos yang dihasilkan bisa mencapai 20 kantung plastik ukuran 5 kg.

Digelar 8 Mei, Ini Jadwal Pekan Pertama Liga 1 2019: Ada 3 Laga Panas

Singapore Open 2019: Ricky/Angga Kembali Belum Bisa Mengalahkan Fajar/Rian

Masih Banyak Warga Salah Kaprah Soal Masa Tambahan Pengurusan A5

Dalam produksinya, ia menerangkan tidak hanya gunakan sampah organik saja melainkan ada campurannya.

"Campurannya dari gabah, serutan gergaji EM4 (Effective Microorganisms-4), itu tambahannya kami yang menyediakan atau membeli," jelas Tatang.

"Jadi hasil dari penjualan kompos kita gunakan juga untuk biaya keperluan produksi kompos," tambahnya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved