Anggota TNI AL yang Tewas Ditabrak Commuter Line Bawa Es Campur dan Soto Titipan Temannya

"Saya telepon ternyata dari pihak kepolisian memberikan kejelasan bahwa korban telah tewas. Memang benar ketika dicek es campur dan Sotonya ada di TKP

Anggota TNI AL yang Tewas Ditabrak Commuter Line Bawa Es Campur dan Soto Titipan Temannya
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana ruang duka di RSUP Fatmawati pada Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Syahrun Niam (37) dan Agus Yulianto (41) kehilangan nyawa usai kereta commuter line dari arah Jakarta menuju Bogor menghantam mereka berdua di perlintasan sebidang Poltangan, Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dua korban tewas tersebut nekat menerobos palang pintu sekira pukul 09.38 WIB.

Mereka menerobos palang pintu lantaran hendak mengambil ijazah pelatihan dari Mabes Polri.

Hal itu diungkapkan oleh Retno, pemilik sebuah PT Jasa Sekuriti di bilangan Tanjung Barat, Jagakarsa.

Dianggap Terlalu Cantik Turun ke Sawah, Gadis Viral Asal Bojonegoro Bikin Pengakuan Ini

Terungkap Sosok Pria Bikin Ratna Sarumpaet Cepat Bertobat Akui Kebohongannya

"Korban itu merupakan peserta Garda Utama saya, Garda Utama itu pelatihan dari Mabes Polri. Itu rencananya mau ngambil ijazah. Pagi-pagi ajak chattingan ajak makan saya soto dan es campur, sepuluh menit sebelum kejadian," ujarnya kepada TribunJakarta.com di RS Fatmawati pada Kamis (11/4/2019).

Perlintasan sebidang Poltangan, Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Perlintasan sebidang Poltangan, Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Tak berselang lama, Retno mendapatkan kabar kedua pesertanya tewas saat dirinya menghubungi Niam.

"Saya telepon ternyata dari pihak kepolisian memberikan kejelasan bahwa korban telah tewas. Memang benar ketika dicek es campur dan Sotonya ada di TKP," kata Retno.

Pantauan TribunJakarta.com, jasad Agus Yulianto dikebumikan di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa.

Sementara rekannya masih berada di ruang duka ditemani oleh sanak keluarganya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved