Ditolak Soal Dana Pajak Kendaraan, Wali Kota Bekasi: Kalau Jalan Rusak Jangan Omelin Saya

"Makanya ini you sekarang kalau macet, jalan rusak, jangan omelin saya karena duitnya itu ke sana," kata Rahmat Effendi

Ditolak Soal Dana Pajak Kendaraan, Wali Kota Bekasi: Kalau Jalan Rusak Jangan Omelin Saya
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di bekasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya tidak ingin disalahkan ketika kondisi jalan di wilayahnya mengalami kerusakan ataupun kemacetan.

Hal itu lantaran Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB) yang dihasilkan dari warga Kota Bekasi 70 persen-nya masuk kas daerah Provinsi Jawa Barat.

Rahmat Effendi mengklaim, setiap tahun kontribusi Kota Bekasi terhadap pendapatan daerah Provinsi Jawa Barat dari sektor PKB-BBNKB hampir mendekati angka Rp 2 triliun.

Namun dari dana sebesar itu, Pemkot hanya mendapatkan 30 persen sedangkan 70 persen masuk ke kas daerah Provinsi Jawa Barat sesuai peraturan yang berlaku.

Belakangan Rahmat Effendi mengajukan perjanjian kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat agar memberikan dana lebih dari pendapatan PKB-BBNKB untuk merealisasikan program SMA/SMK Negeri gratis di Kota Bekasi.

Namun sampai saat ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil enggan mengabulkan permintaan tersebut. Atas dasar itu, Wali Kota Bekasi ingin gubernur melakukan perundingan terkait rencana program gratis SMA/SMK Negeri.

"Dipanggil Wali Kotanya, jadi itu hanya pembuka (rencana kerja sama pemberian dana PKB-BBNKB). Saya nih memberikan kontribusi kepada Jawa Barat Rp 2 triliun, makanya ini you sekarang kalau macet, jalan rusak, jangan omelin saya karena duitnya itu ke sana (pemprov Jawa Barat) coba duitnya ke kota, udah dilapis emas itu jalanan kota Bekasi," kata Rahmat, Kamis, (11/4/2019).

Minum Obat Kuat Sebelum Kencan, Pria di Tangerang Kejang-kejang Hingga Tewas di Kamar Hotel

Pemkot Jaktim Sebut Pengerukan Waduk Surilang Terkendala Akses Alat Berat, Warga: Dulu Kok Bisa

Tangkap Kurir Sabu dan Ganja, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan: Ini Kerja Keras Tim

Pemkot Bekasi dalam hal ini juga berharap Ridwan Kamil dapat mengerti apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pendidikan gratis merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah.

"Insya Allah lah pak Gubernur terbuka hatinya walaupun bagaimana, kota Bekasi ini adalah bagian dari Jawa Barat. Rakyat Kota Bekasi ini juga memilih beliau juga kemarin dan rakyat Kota Bekasi tidak minta percuma, ada pajak-pajak tertentu yang disumbangkan ke Jawa Barat minimal ada perhatian," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved