Pemilu 2019

KPU Dapat Informasi Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos dari Twitter

"Setelah kami ke sana mengecek ke lokasi dan bertemu orang Bea Cukai itu tidak ada, tidak benar juga ada marinir yang turun," ujarnya.

KPU Dapat Informasi Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos dari Twitter
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Terdakwa penyebar hoaks tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos Bagus Bawana Putra saat menjalani sidang di PN Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Kepala Biro (Karo) Hukum KPU RI Sigit Joyowardono mengatakan, pihaknya pertama kali mengetahui informasi tujuh kontainer surat suara tercoblos dari media sosial Twitter pada 2 Januari 2019 lalu.

"Kami mengetahui melalui medsos twitter yang bersinggungan dengan KPU, intinya ada pemberitaan tujuh kontainer berisi surat suara yang tercoblos," ucapnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

Atas informasi tersebut, Sigit menyebut, pihaknya merasa tidak nyaman lantaran bisa mengganggu integritas KPU sebagai pihak yang menangani surat suara.

Untuk itu, pihak KPU bersama Bawaslu langsung berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk melakukan pengecekan di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Setelah kami ke sana mengecek ke lokasi dan bertemu orang Bea Cukai itu tidak ada, tidak benar juga ada marinir yang turun," ujarnya.

Seperti diketahui, hari ini terdakwa kasus penyebar informasi hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos, yaitu Bagus Bawana Putra menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Pusat.

KPU: Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Bentuk Provokasi dan Menggangu Integritas

Agenda sidang hari ini ialah mendengar keterangan saksi dari pihak KPU, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri.

Selain Sigit Joyowardono dari KPU, Jaksa Penuntut Umu (JPU) juga menghadirkan Kepala Seksi Layanan Informasi Humas Bea Cukai Tanjung Priok Hendi Cahya dan Koordinator Pemeriksa (Supervisi) Bea Cukai Tanjung Priok Muhammad Fikri.

Tak hanya itu, dua anggota Bareskrim Mabes Polri, yaitu Nur Firmansyah dan Rivi NF juga turut dihadirkan dalam persidangan.

Bagus Bawana Putra sendiri dituduh sengaja menyebarkan informasi hoaks tujuh kontainer surat suara telah dicoblos untuk pasangan Presiden nomor urut satu Joko Widodo - Ma'ruf Amin pada 2 Januari 2019 lalu.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved