Niat Gratiskan Biaya SMA/SMK Ditolak Ridwan Kamil, Wali Kota: Semoga Pak Gubernur Terbuka Hatinya

"Insya Allah lah pak Gubernur terbuka hatinya walaupun bagaimana, kota Bekasi ini adalah bagian dari Jawa Barat," katanya.

Niat Gratiskan Biaya SMA/SMK Ditolak Ridwan Kamil, Wali Kota: Semoga Pak Gubernur Terbuka Hatinya
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat mau berunding terkait rencana program gratis SMA/SMK Negeri di wilayah setempat.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, sampai saat ini, rencana program gratis SMA/SMK Negeri di Kota Bekasi belum mendapatkan respon postif dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pemkot Bekasi sebelumnya mengajukan surat pengajuan kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat untuk mengalokasikan dana dari Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB).

Pemkot Bekasi ingin pendapatan dari sektor PKB-BBNKB yang dihasilkan dari Kota Bekasi sebesar hampir Rp 2 triliun per tahun dapat dialokasikan untuk menggratiskan SMA/SMK Negeri di Kota Bekasi.

"Jadi kalau pak Gubernur mengartikan pakai aturan itu memang enggak boleh kita juga tahu. Tapi pak Gubernur seharusnya ada perhatian lain dengan cara lain, orang sudah ngasih Rp 2 triliun (PKB-BBNKB) kok harusnya ada dong perhatian lain," kata Rahmat, Kamis (11/4/2019).

Dianggap Terlalu Cantik Turun ke Sawah, Gadis Viral Asal Bojonegoro Bikin Pengakuan Ini

Sikap BPN Terkait Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Hasto Singgung Soal Skenario

Tersisa 1 Hari Lagi Pendaftaran Lowongan Kerja Pelindo III Group untuk Lulusan SMA, Intip Syaratnya!

Dia ingin jika dengan cara kerja sama alokasi dana PKB-BBNKB tidak bisa dikabulkan Pemprov Jawa Barat, harus ada upaya perundingan dengan Pemkot Bekasi.

"Nah itu dia, dipanggil Wali Kotanya, jadi itu (bagi hasil PKB-BBNKB) pembuka, saya nih memberikan kontribusi kepada Jawa Barat Rp 2 triliun, kan uangnya ada di Gubernur, kuncinya ada di Gubernur, masa kita teriak-teriak," katanya.

Pemkot Bekasi dalam hal ini juga berharap Gubernur Jawa Barat dapat mengerti apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pendidikan gratis merupakam kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah.

"Insya Allah lah pak Gubernur terbuka hatinya walaupun bagaimana, kota Bekasi ini adalah bagian dari Jawa Barat. Rakyat Kota Bekasi ini juga memilih beliau juga kemarin dan rakyat Kota Bekasi tidak minta percuma, ada pajak-pajak tertentu yang disumbangkan ke Jawa Barat minimal ada perhatian," ujarnya.

Seperti yang diketahui, rencana Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk menggartiskan SMA/SMK Negeri masih terhambat respon Gubernur Jawa Barat yang belum memberikan titik terang.

Hadiri Perayaan Isra Miraj, Pesan Wakil Wali Kota Bekasi Hati-hati dengan Hantu Era Milenial

Penyesalan Tersangka Pengeroyokan Siswi SMP, Ibunda Korban: Bagaimana Jika Audrey Berhenti Bernapas?

Bahkan belakangan Ridwan Kamil menolak pengajuan kerja sama pemkot terkait dana PKB-BBNKB untuk dialokasikan sebagai dana program sekolah gratis di Bekasi.

Adapun Pemkot Bekasi telah mengajukan kerja sama bagi hasil PKB-BBNKB yang berasal dari Kota Bekasi sebanyak kurang lebih Rp 2 triliun dapat dimanfaatkan untuk biaya penggratisan SMA/SMK Negeri.

Pendapatan PKB-BBNKB sesuai aturan yang berlaku dibagi 70 persen masuk ke PAD Provinsi Jawa Barat, 30 persen masuk ke Pemerintah Kabupaten/Kota.

Wali Kota Bekasi ingin Gubernur mengeluarkan kebijakan agar dana bagi hasil itu dapat ditambah untuk biaya sekolah gartis.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved