Novel Baswedan Minta Para Capres Memiliki Komitmen Berantas Korupsi

Novel menganggap momen Pilpres 2019 ini adalah waktu yang tepat bagi masing-masing pasangan capres-cawapres untuk berkomitmen

Novel Baswedan Minta Para Capres Memiliki Komitmen Berantas Korupsi
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan di kediamannya, Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Penyidik senior KPK, Novel Baswedan mengungkapkan masih banyak anggota lembaga antirusuah itu yang masih dibatasi hingga diteror dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Novel, KPK yang sejatinya bertugas sebagai lembaga negara dalam rangka memberantas korupsi malah seakan-akan tak bisa bekerja secara maksimal.

Ia pun merasakan sendiri teror tersebut, terutama saat dirinya disiram air keras oleh orang tak dikenal tepat dua tahun lalu, 11 April 2017.

Oleh karena itu, lanjut Novel, dukungan dan perlindungan terhadap upaya pemberantasan korupsi mesti benar-benar dipastikan.

Novel menganggap momen Pilpres 2019 ini adalah waktu yang tepat bagi masing-masing pasangan capres-cawapres untuk berkomitmen.

Komitmen yang Novel desak yaitu terkait penegakkan hukum serta pemberantasan korupsi.

"Saya mengajak semua masyarakat elemen bangsa untuk mendesak Bapak Presiden, untuk mendesak kepada masing-masing calon presiden, untuk menyampaikan komitmen, menyampaikan janjinya terkait dengan upaya pemberantasan korupsi ke depan mau seperti apa," kata Novel di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019).

"Apakah dibiarkan orang-orang yang berjuang ini tetap diteror terus, atau kemudian tidak diberikan ruang strategis, saya kira tidak boleh begitu," imbuh dia.

Bagi Novel, siapapun presiden terpilih nantinya, penegakkan hukum harus dijadikan prioritas yang penting.

Desak Jokowi Selesaikan Kasusnya, Novel Baswedan: Tim Bentukan Polri Tidak Sungguh-sungguh

Pernah Anggap Penyerangan Terhadap Dirinya Tak Bakal Terungkap, Novel Baswedan: Ternyata Benar

Tanggapan Novel Baswedan Terkait 2 Tahun Kasus Penyiraman Air Keras yang Belum Terungkap

Pemberantasan korupsi, kata Novel, juga harus dijadikan isu strategis.

"Karena itu adalah tulang punggung dari pembangunan, tulang punggung untuk kemajuan," lanjutnya.

Novel juga berpendapat bahwa untuk menjadi negara maju, pemerintah mesti memikirkan bagaiman proses penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan di negaranya.

Semakin baik kenyataan akan kedua hal tersebut, imbub Novel, akan semakin baik pula negara ini ke depannya.

"Tidak pernah ada negara manapun yang penegakkan hukumnya bermasalah dan negara itu maju. Yang ada, kalo penegakkan hukumnya bermasalah, pemberantasan korupsinya mundur, pasti negara itu tidak maju," tandas Novel.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved