Putrinya Hilang, Warga Kemayoran Cek Jasad Perempuan Terkubur Dekat Tol Jagorawi ke RS Polri

Namun dia tak dapat memastikan sejak kapan putrinya meninggalkan rumah dan apakah dia memiliki tahi lalat di bawah kuping kanan layaknya korban.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Sri Mulyani dan Ero Swara Effendi saat menyambangi RS Polri Kramat Jati, Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sri Mulyani dan Ero Swara Effendi menyambangi RS Polri Kramat Jati dengan rasa cemas berharap jasad perempuan hamil yang mayatnya dikubur di Taman Kota Tol Jagorawi bukan anaknya.

Sri menuturkan ada kesamaan antara jasad perempuan korban dugaan pembunuhan itu dengan putrinya Rosfitasari Effendi (26) yang tak pulang selama beberapa bulan.

"Saya mau memastikan anak saya, soal jenazah yang dibuang di pinggir jalan tol itu anak saya atau bukan. Memastikan saja, karena ada kesamaan," kata Sri di RS Polri Kramat Jati, Kamis (11/4/2019).

RS Polri Tes DNA Jasad Perempuan dan Bayi yang Terkubur Dekat Tol Jagorawi

Kesamaan mayat perempuan yang sedang mengandung sembilan bulan itu dengan anaknya yakni tinggi sekitar 150 sentimeter dan terdapat bekas luka knalpot di betis kanan.

Namun dia tak dapat memastikan sejak kapan putrinya meninggalkan rumah dan apakah dia memiliki tahi lalat di bawah kuping kanan layaknya korban.

"Yang lainnya saya belum bisa memastikan. Tahi lalat belum saya lihat," ujarnya.

Sri menyebut putrinya yang merupakan Jalan Sumur Batu RT 12/07 Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat sudah bekerja sebelum meninggalkan rumah.

Namun karena dipengaruhi kekasihnya yang tak bekerja putrinya pergi meninggalkan rumah entah kemana dan hingga kini belum pulang.

Langkah mendatangi RS Polri Kramat Jati merupakan upaya lanjutan setelah membuat laporan bahwa anaknya ke SPKT Polsek Kemayoran.

Hasil Periksa Dokter: Bayi Perempuan yang Mayatnya Dikubur Dekat Tol Jagorawi Sebenarnya Sehat

"Saya sih tahu kalau dia belum menikah. Tapi dari postur badannya dia tingginya 150 lebih dikit. Rambutnya panjang ikal. Doain ya pak semoga bukan anak saya," ujarnya.

Oleh seorang pegawai RS Polri Kramat Jati, Sri dan Ero diminta menyambangi Mapolsek Makasar guna memastikan apakah mayat perempuan itu merupakan anak mereka.

Sebagai informasi, hingga kini penyidik Unit Reskrim Polsek Makasar belum dapat mengungkap identitas perempuan yang meninggal akibat luka hantaman benda tumpul di kepala.

Perempuan malang itu ditemukan dalam posisi setengah terkubur tanah merah dan daun pisang pada Minggu (7/4/2019) sekira pukul 07.00 WIB oleh seorang pemuda secara tak sengaja.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved