Tanggapan Novel Baswedan Terkait 2 Tahun Kasus Penyiraman Air Keras yang Belum Terungkap

Ia pun mengajak awak media untuk kumpul di KPK hari ini demi memperingati dua tahun kasus penyerangan terhadap dirinya.

Tanggapan Novel Baswedan Terkait 2 Tahun Kasus Penyiraman Air Keras yang Belum Terungkap
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan di kediamannya, Kamis (11/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan berangkat ke kantornya, Kamis (11/4/2019) pagi.

Keberangkatan Novel hari ini bertepatan dengan momen penyiraman air keras terhadap dirinya yang belum juga terungkap setelah dua tahun.

Pantauan TribunJakarta.com, Novel keluar dari rumahnya mengenakan jas hitam, kemeja garis-garis, dan topi hitam. Tampak kartu identitas KPK juga menggantung ia kenakan di lehernya.

Keluar dari pagar rumahnya, Novel langsung menghampiri dan menyalami awak media satu per satu sambil tersenyum.

"Hari ini kan tepat dua tahun saya diserang dan tidak diungkap sampai sekarang. Saya ingin menggaris bawahi, bahwa ini bukan sekedar masalah perkara penyerangan saya belum diungkap. Tapi saya kira kawan-kawan di KPK menggunakan momentum ini untuk menuntut serangan-serangan terhadap orang KPK untuk diungkap," kata Novel.

Pantauan TribunJakarta.com, Novel berangkat diantar mobil operasional KPK pada pukul 8.53 WIB.

Ini Nomor Darurat PLN Tangerang Bila Mati Lampu Saat Pemilu 2019

Sudin Nakertrans Jakarta Utara Siap Cetak 700 Orang Wirausaha Baru Tahun Ini

Sederet Fakta Kasus Penculikan Anak di Masjid Al-Amin Bintara Jaya Bekasi

Ia pun mengajak awak media untuk kumpul di KPK hari ini demi memperingati dua tahun kasus penyerangan terhadap dirinya.

"Sampai ketemu di kantor KPK, semoga kita bisa ngobrol-ngobrol lebih jauh lagi," ucap Novel di depan rumahnya di Jalan Deposito nomor T8, RT 03/RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal usai menjalankan salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan dekat rumahnya, 11 April 2017 lalu.

Hingga kini, kasus penyerangan ini belum menemui titik terang lantaran belum ada satu pun pelaku penyiraman air keras yang ditangkap.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved