Korlantas Gelar Pelatihan Teknologi Rekonstruksi Kecelakaan Lalu Lintas

Brigjen Pujiono Dulrahman mengatakan, pelatihan ini untuk mengecek kesiapan anggota Polantas supaya mampu menguasai pengoperasian 3D Laser Scanner.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Pelatihan 3D Laser Scanner di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar pelatihan kemampuan olah kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan alat baru bernama 3D Laser Scanner di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.

Pelatihan yang digelar selama empat hari ini diikuti 128 anggota lantas dari masing-masing wilayah Kepolisian Daerah dari seluruh Indonesia.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pujiono Dulrahman mengatakan, pelatihan ini untuk mengecek kesiapan anggota Polantas supaya mampu menguasai pengoperasian 3D Laser Scanner.

Alat tersebut adalah teknologi yang mampu menggambarkan rekonstruksi kecelakaan lalu lintas.

"Para anggota yang telah dilatih, akan mempunyai kemampuan tidak hanya pengendalian peralatan, namun memiliki kemampuan pengolahan dan pengkajian data serta analisa olah TKP dan laporan dengan menggunakan software yang dibuat khusus untuk itu," kata Pujiono, Jumat (12/4/2019).

Jelang Arema FC Vs Persebaya: Gubernur Jatim dan Wali Kota Surabaya Soroti Rivalitas Suporter

Mayat Wanita dengan 27 Tusukan di Makassar: Sewa Hotel Short Time dan Temuan Alat Kontrasepsi Bekas

Satgas Antimafia Bola Bakal Serahkan Berkas Joko Driyono ke Kejagung Siang Ini

Penanganan olah TKP kecelakaan lalu lintas yang dulunya dilakukan secara manual oleh anggota Lantas, dikatakan Pujiono, dapat dipermudah dengan 3D Laser Scanner.

Laporan hasil kecelakaan yang bisa disimpulkan dengan penggambaran dari 3D Laser Scanner dapat membantu penegakkan hukum kepada para pemangku jalan di Republik Indonesia, sebagai bagian dan tugas pokok fungsi Korlantas selaku pengemban Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas.

"Artinya dulu ke lapangan harus bawa kapur, meteran dan sebagainya. Dengan laser scanner ini alat ini sangat canggih, kemudian bisa merekonstruksi kejadian yang sebenarnya, sebelum, saat kejadian, dan sesudah," kata Pujiono.

Pujiono menambahkan, Korlantas Polri per tahun lalu sudah memilikki 25 unit 3D Laser Scanner.

Di tahun ini, pengadaan 3D Laser Scanner ditambahkan sebanyak 39 unit.

Adapun alat ini merupakan produksi Swiss dengan lisensi dari Amerika Serikat.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved