Polisi Masih Lakukan Imbauan dan Sosialisasi Sanksi Tilang Merokok Saat Berkendara

Polres Bekasi masih melakukan imbauan sekaligus sosialisasi penerapan sanksi tilang terhadap pengendara motor yang kedapatan merokok saat berkendara.

Tribunnews.com
Ilustrasi merokok sambil mengendarai motor. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota AKBP Ojo Ruslani mengatakan pihaknya masih melakukan imbauan sekaligus sosialisasi penerapan sanksi tilang terhadap pengendara sepeda motor yang kedapatan merokok saat berkendara.

Hal ini menyusul dikeluarkannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor, yang di dalamnya terdapat aturan bahwa pengendara dilarang merokok saat mengendari sepeda motor.

"Peraturan menteri itu merupakan penguatan dari undang-undang nomor 22 tahun 2009 yang berbunyi setiap pengendara wajib mengemudikan kendaraan secara wajar dan penuh konsentrasi, jadi udang-undang ini sudah lama cuma dikuatkan dengan peraturan menteri," kata Ojo di Bekasi, Jumat (12/4/2019).

Untuk di Kota Bekasi, Ojo memastikan pihak sejauh ini masih memerintahkan kepada anggotanya untuk melakukan himbauan terlebih dahulu.

"Saya perintahkan tegor aja dulu, sosialisasikan dulu ketika melihat pengendara motor sedang merokok, belum ada tindakan tilang masih saya sosialisasi dulu," jelas dia.

Sosialisasi ini juga berlaku baik di jalan maupun sosialisasi kepada masyarakat tertentu misalnya melalui komunitas sepeda motor, sekolah dan organisasi masyarakat lainnya.

Jangan Merokok, Jika Tak Mau Kesehatan Mulut Terganggu

Demi Kenyamanan, Warga Dilarang Merokok di JPO GBK

"Kita sosialisasi hingga beberapa bulan kedepan sampai benar-benar sosialisasi ini menyeluruh, jadi ketika nanti sudah diterapkan sanksi tilang tidak ada yang melanggar," tegas dia.

Adapun dalam undang-undang nomor 22 tahun 2009 diatur dalam pasal 283 setiap pengendara yang melanggar akan dikenakan hukuman penjara tiga bulan atau denda Rp 750 ribu.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved