Pemilu 2019

Peradi Bersifat Independen dan Imbau Anggotanya Sukseskan Pemilu 2019

Peradi secara kelembagaan bersifat independen dan non partisan, sehingga tidak dibenarkan mendukung capres maupun partai tertentu.

Peradi Bersifat Independen dan Imbau Anggotanya Sukseskan Pemilu 2019
Istimewa
Pemilu 2019 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Terkait maraknya kelompok Advokat yang mendukung capres tertentu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Fauzie Yusuf Hasibuan melalui surat tanggal 9 April 2019 yang ditujukan pada DPC-DPC dan organ Peradi di seluruh Indonesia menegaskan kelompok dimaksud tidak terafiliasi dengan Peradi dan hanya bersifat pribadi saja. 

Peradi secara kelembagaan bersifat independen dan non partisan, sehingga tidak dibenarkan mendukung capres maupun partai tertentu.

Senada dengan surat tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal DPN Peradi Rivai Kusumanegara menjelaskan Peradi tidak boleh mendukung capres atau partai tertentu karena bertentangan dengan Pasal 28 Undang-Undang Advokat.

Ditambahkan Rivai jika terdapat pribadi-pribadi anggota mendukung capres tertentu maka itu hak konstitusional warga negara. Bahkan dirinya menghimbau anggota Peradi untuk mensukseskan Pemilu 2019.

Sindir Freeport dan Dana Desa, Prabowo Serang Jokowi di Penutupan Debat Pamungkas

Blak-blakan Dukung Paslon 01, Sophia Latjuba Justru Minta Pengikutnya Kritik Jokowi

Debat Belum Rampung, Sejumlah Petinggi Partai Demokrat Tinggalkan Hotel Sultan

“Advokat itu punya pendirian dan tidak bisa dipengaruhi. Ingin pro capres A atau capres B, silahkan saja dan itu hak azasi. Justru jangan golput karena ambivalen dengan karakter Advokat," ujar Rivai dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/4/2019).

Sebagai bentuk dukungan terhadap Pemilu 2019, Rivai menjelaskan sejak dua tahun lalu Peradi bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi RI melakukan bimtek sengketa kepemiluan terhadap 550 Advokat dari berbagai wilayah tanah air.

“Kami telah membekali 550 Advokat profesional yang siap mengawal proses dan hasil pemilu. Baik KPU, Bawaslu, Partai, Capres dan Caleg manapun bisa menggandeng Advokat Peradi guna memastikan pesta demokrasi yang luber jurdil," tuturnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved