VIDEO: Polisi Tangkap Pelaku Penodongan Sepasang Kekasih di Kemayoran

Penangkapan ini berawal dari aksi penodongan yang dilakukan komplotan ini di Jalan Keneng Mudatsir, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Jajaran Polsek Kemayoran berhasil meringkus satu dari lima komplotan pelaku penodongan yang kerap meresahkan warga Jakarta Pusat.

Penangkapan ini berawal dari aksi penodongan yang dilakukan komplotan ini di Jalan Keneng Mudatsir, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada 31 Maret 2019 lalu.

Saat itu, para pelaku melakukan penodongan terhadap sepasang kekasih yang tengah memadu kasih di jalan tersebut sekira pukul 21.30 WIB.

"Jadi si korban lagi pacaran di atas motor, tiba-tiba datang para pelaku dengan dua sepeda motor berjumlah lima orang," ucap Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar, Jumat (12/4/2019).

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan senjata api mainan untuk menakuti korbannya.

"Sambil menodongkan senpi pelaku meminta korban menyerahkan ponsel yang mereka miliki," ujarnya di Mapolsek Kemayoran, Jakarta Pusat.

Merasa nyawanya terancam, tanpa perlawanan kedua korban, yaitu BS (16) dan NH (16) langsung menyerahkan ponsel mereka.

Namun, setelah menyerahkan ponsel tersebut, salah satu korban langsung berteriak minta tolong.

"Pelaku panik karena korban tiba-tiba berteriak, mereka mencoba kabur. Tapi salah satu motor pelaku menabrak pengendara lain," kata Saiful.

"Saat terjatuh itulah, satu pelaku berhasil diamankan warga," tambahnya.

Warga yang geram dengan perbuatan pelaku langsung menghujaninya dengan bogem mentah.

Beruntung, pelaku berinisial RA yang masih berusia 16 tahun lolos dari maut meski mengalami luka cukup parah pada bagian wajahnya.

"Kasusnya masih terus kami kembangkan, keempat teman pelaku yang berhasil kabur masih terus kami buru," ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved