Wajah Jalan Margonda: Banyak Lubang Galian Hingga Sulitnya Akses Pejalan Kaki

Lubang galian, gundukan karung berisi tanah hingga tumpukan pipa raksasa terlihat menghiasi sepanjang Jalan Margonda Raya, Beji, Kota Depok.

Wajah Jalan Margonda: Banyak Lubang Galian Hingga Sulitnya Akses Pejalan Kaki
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Lubang galian di sepanjang Jalan Margonda Raya, Beji, Kota Depok, Sabtu (13/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Lubang galian, gundukan karung berisi tanah hingga tumpukan pipa raksasa terlihat menghiasi sepanjang Jalan Margonda Raya, Beji, Kota Depok.

Seakan tak pernah usai, Jalan Margonda Raya selalu dipenuhi lubang galian proyek, hingga menambah ruwetnya lalu lintas Kota Depok.

Kali ini, lubang galian di Jalan Margonda Raya merupakan proyek pemasangan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jaya disepanjang Jalan Kartini hingga Margonda.

Ujang penjual kopi yang warungnya berada persis dipinggir Jalan Margonda menuturkan, dirinya sudah penat dengan lubang galian proyek tersebut.

"Sudah penat bang ibaratnya mah, bosan, kesal, gak pernah selesai ini lubang galian. Kemarin sudah selesai, gak lama mulai digali lagi, begitu aja terus," tutur ujang pada TribunJakarta.com, Sabtu (13/4/2019).

Lanjut Ujang, lubang galian dekat warung kopi miliknya pun sempat mengakibatkan satu unit mobil terperosok ban depan bagian kirinya.

"Belum lama sih paling tiga hari yang lalu, dia gak lihat ada lubang galian pas minggir, langsung jeblos ban depan kirinya," tandasnya.

Sementara itu, Ratna (28) seorang pejalan kaki menuturkan bahwa lubang galian sangat meresahkan dirinya.

Jokowi Sapa Warga Depok, Jalan Margonda Macet Parah

Fakta Kecelakaan Tragis di Margonda: Terekam CCTV, Kepala Terpisah dan Korban Pulang Kerja

Menurutnya, tanah galian tersebut ditumpukan diatas trotoar hingga menghalangi dan merampas hak pejalan kaki.

"Habis gimana ya mas, kalau dilihat tanahnya banyak banget ini. Kalau tanahnya ditumpuk dipinggir jalan jadi macet, tapi jangan di trotoar juga kan ngambil hak pejalan kaki kalau gini," keluh Ratna.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved