Warga yang Cek Identitas Mayat Perempuan Hamil Terkubur Dekat Tol Jagorawi Bertambah

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edi Purnomo mengatakan jumlah warga yang datang memastikan apa jasad perempuan itu bertambah

Penulis: Bima Putra | Editor: Erlina Fury Santika
TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar
Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Polri Komisaris Besar Edi Purnomo memberikan keterangan identifikasi jenazah di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (12/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Warga yang merasa kalau mayat perempuan hamil korban dugaan pembunuhan yang mayatnya terkubur di Taman Kota Tol Jagorawi terus berdatangan ke RS Polri Kramat Jati.

Meski tak menyebut berapa jumlahnya, Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edi Purnomo mengatakan jumlah warga yang datang memastikan apa jasad perempuan itu bertambah.

"Sudah beberapa keluarga yang datang ke RS Polri mengaku sebagai keluarganya. Semua diarahkan untuk melapor ke Polsek Makasar terlebih dahulu," kata Edy di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2019).

Perihal hasil tes DNA guna memastikan perempuan hamil sembilan bulan yang tewas akibat luka hantaman merupakan anggota keluarga yang warga cari.

Edy tak merinci ada atau tidaknya hasil tes DNA yang sesuai, dia hanya menuturkan butuh waktu dua hingga tiga hari agar hasil tes DNA keluar.

"Saya belum berani memberikan informasi. Untuk waktu tes DNA butuh dua sampai tiga hari sampai ketahuan hasilnya," ujarnya.

Kapolsek Makasar Kompol Lindang Lumban menyebut informasi yang diberikan keluarga atau teman korban merupakan penentu guna mengungkap kasus pembunuhan.

Pasalnya saat ditemukan pada Minggu (7/4/2019) pagi, polisi tak menemukan identitas korban yang mayatnya ditemukan dalam posisi setengah terkubur tanah merah dan daun pisang.

Untuk sekarang, Lindang menyebut penyidik belum dapat memastikan apa korban mengalami penganiayaan di lokasi tempatnya dikubur atau di tempat lain.

"Masih dalam penyelidikan, belum dapat kita pastikan. Harapan kami agar teman-teman korban ini teman dekatnya, keluarga cepat tahu untuk membawa identitasnya kepada kami," jelas Lindang.

Pada Kamis (11/4/2019) kemarin, Sri Mulyani dan Ero Swara Effend yang merupakan warga Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat menyambangi RS Polri guna memastikan identitas korban.

Pasalnya korban yang memiliki kesamaan tinggi yakni sekitar 150 sentimeter dan luka bekas knalpot di betis kanan sama dengan ciri fisik putrinya yang hilang beberapa bulan lalu, Rosfitasari Effendi (26).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved