Pemilu 2019

Bawaslu Temukan 2780 TPS Rawan di Kota Depok

"Total hingga saat ini masih ada kekurangan 2330 surat suara yang rusak dan belum ada penggantinya dari KPU Pusat," ucap Dede di ruangannya, Senin (15

Bawaslu Temukan 2780 TPS Rawan di Kota Depok
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kepala Humas Bawaslu Kota Depok Dede Slamet ketika dijumpai wartawan di kantornya, Senin (15/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, menemukan ada sebanyak 2780 dari 5775 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan di Kota Depok.

Hal tersebut, dituturkan oleh Humas Bawaslu Dede Slamet ketika dijumpai wartawan di Kantor Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya I, Beji, Kota Depok.

Dede menuturkan, ribuan TPS yang rawan tersebut dinilai dari empat indikator yang diantaranya seperti penggunaan hak pilih, netralitas, dan lainnya.

Untuk indikator penggunaan hak pilih, Dede menjelaskan pihaknya melihat dari TPS yang berpotensi kekurangan surat suara, karena 2330 temuan surat suara yang rusak belum mendapat pengganti dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat.

"Total hingga saat ini masih ada kekurangan 2330 surat suara yang rusak dan belum ada penggantinya dari KPU Pusat," ucap Dede di ruangannya, Senin (15/4/2019).

Lanjut Dede, pihaknya juga menemukan ada sekiranya 50 TPS yang rawan akan praktik politik uang dan isu sara.

"Hasil pemetaan kita ada 50 TPS yang rawan politik uang, dan sembilan TPS yang rawan penghasutan isu sara," tandasnya.

771 Warga Binaan Panti Sosial Cipayung yang Termasuk Orang Gangguan Jiwa Fase Stabil Masuk DPT

Tak hanya itu, Dede juga menambahkan pihaknya menemukan pengawas TPS yang ternyata memiliki rekam jejak pernah berkampanye.

“Ada 34 TPS yang pengawasnya kita petakan memiliki rekam jejak pernah berkampanye. Beberapa diantarnya sudah dipecat," ucap Dede.

Terakhir, Dede menuturkan pihaknya tengah berupaya untuk menciptakan penyelanggaraan Pemilu 2019 yang kondusif dan aman.

"Kami sudah sosialisasikan ke masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang netral, jadi intinya masyarakat Depok pilihannya boleh beda namun jangan memprovokasi," katanya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved