Breaking News:

H-1 Pemilu 2019, Bawaslu Jakarta Timur Temukan APK Terpasang Dekat TPS

APK yang berada dekat TPS pun berjenis spanduk dan bendera yang mudah terlihat dan seharusnya segera dicopot oleh pengawas TPS dan anggota KPPS

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Bima Putra
Tumpukan APK Pemilu 2019 yang sudah ditertibkan di Kantor Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (14/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Meski sudah melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019 sejak hari pertama masa tenang kampanye, Bawaslu Jakarta Timur masih menemukan ada APK yang bercokol di dekat TPS.

Hal ini disampaikan Komisioner Bawaslu Jakarta Timur Bidang Hukum, Data dan Informasi, Ahmad Syarifudin saat dikonfirmasi hasil penertiban APK terakhir di hari ini.

"Hasil patroli semalam dengan semua pihak masih ditemukan beradanya APK di sekitaran TPS. Ada yang di depan TPS-nya, jadi radius dekat TPS," kata Ahmad saat dihubungi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2019).

Temuan itu di TPS 76 Kelurahan Malaka Sari, TPS di Jalan Nusa Indah yang masih termasuk wilayah Kecamatan Duren Sawit, TPS di Gang Asem Kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati.

APK yang berada dekat TPS pun berjenis spanduk dan bendera yang mudah terlihat dan seharusnya segera dicopot oleh pengawas TPS dan anggota KPPS.

Ada 298 Pemilih di TPS Tambahan RSCM, PPS Kelurahan Kenari: Tidak Ada Pasien yang Mencoblos

5 Tempat Belanja Ini Hadirkan Program Diskon Spesial Pada 17 April 2019

Melihat Persiapan TPS Tambahan di RSCM Sehari Jelang Pemilu 2019

Ahmad menyayangkan sikap masyarakat yang cenderung tak peduli terhadap pelanggaran meski Bawaslu membolehkan masyarakat melakukan penertiban mandiri.

"Sekarang APK-nya sudah dicopot, sudah diintruksikan kepada pihak Kecamatan. Sangat disayangkan masyarakat dalam rangka menjalankan Pemilu masih kurang peduli," ujarnya.

Selain kepedulian masyarakat, Bawaslu Jakarta Timur menyesalkan sikap partai politik peserta Pemilu 2019 yang nyaris tak membantu penertiban.

Padahal peserta Pemilu merupakan pihak yang membuat sekaligus memasang APK yang dari hasil penertiban masa kampanye berjumlah 84.155.

"Seharusnya dibebankan kepada partai, karena mereka yang memasang kan. Kalau partai yang secara spesifik menurunkan orangnya kayaknya enggak ada. Jadi penertiban pas masa tenang murni Satpol PP dan tim gabungan," tuturnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved