Pilpres 2019

KPU Sebut Pemungutan Suara di Luar Negeri Berjalan Baik, Kecuali di Malaysia, Sydney, dan Osaka

Total, sebanyak 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang tersebar di 130 titik wilayah pemilihan bisa menyelesaikan tugasnya.

KPU Sebut Pemungutan Suara di Luar Negeri Berjalan Baik, Kecuali di Malaysia, Sydney, dan Osaka
TRIBUNJAKARTA.COM/LITA FEBRIANI
Suasana pengecekan terakhir logistik pemilu di GOR Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri berjalan baik.

Hal itu disampaikan langsung Komisioner KPU RI Viryan Azis menilai.

Total, sebanyak 130 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang tersebar di 130 titik wilayah pemilihan bisa menyelesaikan tugasnya.

Tak hanya itu, para WNI di luar negeri juga dinilai tertib dalam menyalurkan hak pilihnya.

Ada tiga metode pemungutan suara yang dilakukan, yaitu TPS, Kotak Suara Keliling (KSK), dan Pos.

"Bagus. Dari 130 PPLN sebagian besar bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kami mengapresiasi kepada PPLN dan pemilih di LN yang menggunakan hak pilihnya secara tertib," ujar Viryan Aziz di KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Antisipasi Lonjakan Pemilih Datang ke TPS, PPK Cengkareng Lakukan Hal Ini

Bocah Korban Penculikan di Masjid Al-Amin Ditemukan: Trauma Hingga Pelaku Bicara Ngelantur

Meski secara keseluruhan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu luar negeri yang dimulai sejak 8 - 14 April 2019 berjalan baik, KPU mengaku ada beberapa titik yang masih bermasalah.

Tiga titik diantaranya adalah pemungutan suara di Malaysia, Sidney-Australia, dan Osaka-Jepang.

"Memang ada di beberapa titik, dari 130 itu tak banyak. Yang masalah itu kita akan selesaikan. Misalnya kasus di Malaysia, Sidney, kemudian di Osaka," kata dia.

Tiga titik itu disebut terjadi masalah soal kesalahpahaman pemilih.

Halaman
12
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved