Tipu Korban Hingga Ratusan Juta Rupiah, Caleg Partai PAN Ditangkap Polisi di Kemayoran

Caleg DPR RI Dapil Banten 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini harus meringkuk dalam sel tahanan lantaran terlibat kasus penipuan dan penggelapan

Tipu Korban Hingga Ratusan Juta Rupiah, Caleg Partai PAN Ditangkap Polisi di Kemayoran
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Imam Hussaida, Caleg DPR RI Dapil 1 dari Partai PAN yang ditangkap pihak kepolisian lantaran terljbatckasus penipuan dan penggelapan dana, Selasa (16/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Pupus sudah harapan IH alias Imam Hussaida menduduki kursi dewan yang terhormat di gedung Senayan.

Pasalnya, Caleg DPR RI Dapil Banten 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini harus meringkuk dalam sel tahanan lantaran terlibat kasus penipuan dan penggelapan uang.

Ia ditangkap bersama satu rekannya, yaitu AF alias A pada 12 April 2019 lalu di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tak hanya sekali, pelaku menjalankan aksi penipuan sebanyak dua kali dan telah menjadi buron polisi sejak 2018 lalu.

"Kemarin kami tangkap saat akan bertransaksi, tersangka meminta uang Rp 500 juta kepada korbannya," ucap Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian, Selasa (16/4/2019).

"Sebelumnya, dia juga melakukan penipuan dan korban mengalami kerugian sebesar Rp 350 juta," tambahnya menerangkan.

Diduga, uang hasil kejahatan ini digunakan oleh pelaku sebagai modal untuk kampanye dalam Pemilu 2019 mendatang.

"Berdasarkan pengakuan dan setelah kami kroscek, pelaku memang Caleg PAN di Dapil Banten 1," kata Arie.

Dalam menjalankan aksinya, Imam selalu mengaku sebagai pemenang tender sejumlah proyek pengadaan barang yang diadakan oleh kementerian atau badan milik negara.

Prabowo Subianto Gelar Doa Bersama di Kediamannya dengan Sejumlah Tokoh Lintas Agama

Terlambat Mengurus Pindah Lokasi Memilih, Joe Tirta Datangi Kantor KPU Tangsel di Hari Tenang

78.607 Pemilih Akan Mencoblos di Rusunawa Waduk Pluit

"Dilihat dari modus dan hasil pemeriksaan kami, memang pelaku mendekati para pengusaha dan mereka menjanjikan bahwa ada proyek dari sebiah instansi atau kementerian," ujarnya.

Kasus ini sendiri saat ini masih dalam pengembangan pihak kepolisian dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara diatas lima tahun.

"Kasus ini masih kami dalami, siapa saja jaringannya. Untuk sementara baru 2 yang kami amankan," kata Arie.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved