Viral Sexy Killers Kuak Sisi Kelam PLTU, Jokowi: Rakyat Tak Mungkin Maju Jika Tak Nikmati Listrik

Viral film dokumenter Sexy Killers menguak sisi kelam terang lampu, Jokowi posting kemajuan bangsa, rakyat tak mungkin maju jika tak nikmati listrik.

Viral Sexy Killers Kuak Sisi Kelam PLTU, Jokowi: Rakyat Tak Mungkin Maju Jika Tak Nikmati Listrik
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada peresmian pameran bertajuk Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Film dokumenter Sexy Killer yang diproduksi WatchDoc menguak sisi kelam di balik terangnya lampu.

Film yang berdurasi 88 menit itu mengungkap perjalanan batu bara dari hulu ke hilir serta dampak yang ditimbulkannya selama proses tersebut yang berakibat kepada masyarakat.

Batu bara yang menjadi bahan utamanya hingga dapat menghasilkan energi seperti yang dapat dikonsumsi saat ini.

Listrik menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Listrik jadi kebutuhan primer yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat urban.

Mulai dari penerangan, komputer, mesin, hingga layar gadget membutuhkan pasokan listrik yang harus ada dalam skala masif tiap hari.

Adanya berbagai kebutuhan masyarakat urban mengenai listrik itu membuat Sexy Killer menyajikan cerita di balik terangnya lampu yang saat ini kita gunakan.

Link Pendaftaran Sekolah Kedinasan, Simak Mekanisme dan Persyaratannya, Jangan Sampai Ketinggalan!

Adian Napitupulu dan Mardani Ali Bahas Pembangunan Papua, Najwa Shihab Kewalahan Stop Debat

Sexy Killer menceritakan mengungkap keadaan lokasi penambangan batu bara di kawasan Kutai, Kalimantan Timur, dimana para petani transmigran yang telah menempati lokasi sejak era Orde Baru kini harus pasrah menanggung kerusakan lahan yang ditenggarai disebabkan oleh aktivitas tambang.

Tak hanya polusi udara, krisis air bersih, dan kerusakan bangunan, aktivitas tambang yang bersebelahan dengan pemukiman warga juga meninggalkan lubang galian yang menelan korban jiwa.

Pengakuan Putri Gus Dur Soal Gemerlap Politisi Jelang Pilpres 2019: Tak Ada yang Tanpa Cela!

Ramalan Zodiak Rabu 17 April 2019, Percintaan Taurus Lancar, Cancer Menderita, Scorpio Kurang Fokus

Dalam kurun waktu 2011-2018, tercatat sebanyak 32 korban tenggelam dalam lubang galian tambang. Sedikitnya terdapat sekitar 3500 lubang galian di Kalimantan Timur.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved