Breaking News:

Pemilu 2019

Cirebon Gunakan Kunyit Sebagai Pengganti Tinta Pemilu 2019, KPU Jabar: Biar Sah Salatnya

Warga Benda Kerep, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon memiliki tradisi unik saat Pemilu dilaksanakan pada setiap perhelatannya.

Editor: Ilusi Insiroh
IST
Ilustrasi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Simak cerita viral yang jadikan kunyit sebagai pengganti tinta biru Pemilu di Benda Kerep, Cirebon.

Warga Benda Kerep, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon memiliki tradisi unik saat Pemilu dilaksanakan pada setiap perhelatannya.

Komite pemilihan lokal di Bandakerep, Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat, berencana untuk menggunakan ekstrak kunyit untuk menggantikan tinta ungu ikon pada hari pemilihan pada hari Rabu (17/4/2019).

Warga di Di Benda Kerep ini mengganti tinta ungu yang sudah ditetapkan pemerintah dengan ekstrak kunyit untuk menunjukkan bahwa warga sudah menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 ini.

Kamu Berhak Dapat Uang Lembur Jika Masuk Kerja saat Hari Libur Pencoblosan, Simak Penjelasannya

Cara Lengkap Menghilangkan Tinta Pemilu dengan Cepat, Bersihkan Noda Ungu di Kuku Jari, Ampuh!
Cara Lengkap Menghilangkan Tinta Pemilu dengan Cepat, Bersihkan Noda Ungu di Kuku Jari, Ampuh! (Kompas.com)

 

Tribunstyle.com mengutip dari Kompas, Anggota KPU Jawa Barat Endun Abdul Haq mengatakan bahwa kebiasaan itu sudah berlangsung cukup lama.

Para pemilih harus mencelupkan jari-jari mereka ke dalam ekstrak kekuningan setelah memberikan suara mereka.

Komisaris Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat, Endun Abdul Haq mengatakan metode ini telah digunakan sejak 1999.

"Beberapa warga percaya bahwa tinta (berwarna ungu ini) akan membatalkan wudhu," kata Endun, Senin.

Komisaris lain di KPUD cabang Jawa Barat, Nina Yuningsih, mengatakan ekstrak itu diizinkan.

Dicandai Arie Untung Soal Masa Jabatan Presiden, Ekspresi Prabowo Buat Pendukungnya Terpingkal

Mayoritas penduduk desa percaya bahwa tinta ungu menyumbat pori-pori kulit dan, karenanya, mengurangi kualitas wudhu dan doa mereka. Kunyit, yang berasal dari alam, tidak akan melakukannya, mereka percaya.

Alasannya, warga khawatir tinta itu membuat shalat tak sah.

Halaman
123
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved