Pemilu 2019

Kritik Yenny Wahid Atas Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019

Yenny mengatakan, Indonesia adalah negara pertama yang menggelar Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) secara bersamaan

Kritik Yenny Wahid Atas Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019
TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
(Kiri-Kanan) Dhohir Farisi, Inayah Wahid, Sinta Nuriyah Wahid, dan Yenny Wahid usai mencoblos di TPS 076 dan 078, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Attachments area 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 mendapat apresiasi dari putri kedua Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid.

Yenny mengatakan, Indonesia adalah negara pertama yang menggelar Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) secara bersamaan.

Bahwa masih terdapat kekurangan pada prosesnya, ia menilainya sebagai sesuatu yang wajar.

Sebab, ujar dia, Indonesia sebagai negara demokrasi masih sangat muda dibandingkan negara-negara lainnya.

"Tapi pencapaian kita luar biasa. Tidak ada loh negara lain yang menyelenggarakan Pemilu secara serentak. Hanya di Indonesia," katanya usai mencoblos di TPS 076, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Menurut dia, proses untuk dapat menggelar Pemilu serentak sangat rumit, sampai-sampai logistik harus dikirim ke daerah-daerah terpencil.

Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Maruf di TPS Tempat Wiranto Mencoblos

Prabowo Subianto: Hasil Quick Count Kita Menang 52,2 Persen

VIDEO Proses Penghitungan Suara di TPS Kelurahan Glodok

"Ini semua prestasi buat bangsa kita, kita harus bangga, semua yang terlibat harus bangga. Jangan dinodai dengan emosi-emosi," tutur Yenny.

Terlepas dari apresiasinya, Yenny masih memiliki satu catatan untuk Pemilu Serentak 2019. Menurutnya, anggaran penyelenggaraan Pemilu masih dapat ditekan.

"Ke depan adalah bagaimana Pemilu Serentak ini bisa lebih efisien, praktis, dan lebih mengakomodir berbagai aspirasi di masyarakat," pungkasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menganggarkan Rp 25,59 triliun untuk Pemilu Serentak 2019. Nominalnya naik 61 persen ketimbang penyelenggaraan lima tahun lalu yang sebesar 15,62 triliun.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved