Pemilu 2019

Penyandang Disabilitas Mental di Yayasan Galuh Bekasi Antusias Gunakan Hak Suara

Sesekali perawat yayasan mendampingi selama proses pencoblosan, namun mereka ketika di bilik suara benar-benar memilih sesuai apa yang mereka lihat.

Penyandang Disabilitas Mental di Yayasan Galuh Bekasi Antusias Gunakan Hak Suara
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pemilih penyandang disabilitas mental di Yayasan Galuh Bekasi menggunakan hak suaranya di Pemilu 2019. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Sejumlah penyandang disabilitas mental di Yayasan panti rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa menggunakan hak suaranya di Pemilu 2019.

Pantauan TribunJakarta.com, proses pemungutan suara dilakukan dengan cara petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) mendatangi Yayasan Galuh yang beralamat di Jalan Bambu Kuning IX, Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Kepala Perawat Jajat Sudrajat mengatakan, pemilih disabilitas mental atau gangguan jiwa yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Yayasan Galuh sebanyak 15 orang. Sedangkan pemilih yang telah dibuatkan A5 sebanyak 25 orang.

"Total ada 40 orang, sejauh ini yang sudah terdaftar DPT sama yang dibuatkan A5," jelas dia.

Menurut Jajat, pemilih disabilita mental yang menggunakan hak suaranya merupakan pemilih yang benar-benar berkenan. Pihak Yayasan sama sekali tidak memaksakan setiap pemilih.

"Yang mau aja, sebernyakan kita udah dari jauh-jauh hari dikasi tahu KPU kalau ada pasien sini yang terdaftar sebagai pemilih, pelan-pelan kita kasi tahu mereka-mereka yang punya hak suara," jelas dia.

Formulir C3 Bagi Pendamping Penyandang Disabilitas Bisa Diurus Mulai Hari Ini

Pemilih yang menggunakan hak suaranya juga terlihat memilih dengan tenang. Mereka secara perlahan membuka surat suara baik surat suara Pilpres, DPR RI, DPD, hingga DPRD.

Sesekali perawat yayasan mendampingi selama proses pencoblosan, namun mereka ketika di bilik suara benar-benar memilih sesuai apa yang mereka lihat.

"Pelan-pelan kita kasi tahu, kalau di bilik udah kita serahkan aja ke mereka, karena enggak boleh kan," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved