Pemilu 2019

Bawaslu Nilai Pelaksanaan Pemilu 2019 di Jakarta Timur Minim Sosialisasi

Minimnya sosialisasi Pemilu 2019 ke masyarakat membuat pencoblosan cukup terkendala. Warga masih beranggapan dengan bermodal e-KTP.

Bawaslu Nilai Pelaksanaan Pemilu 2019 di Jakarta Timur Minim Sosialisasi
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di TPS 18 yang bernuansa Kampung Betawi di Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Minimnya sosialisasi Pemilu 2019 ke masyarakat membuat pencoblosan kemarin cukup terkendala.

Pasalnya hingga hari H warga masih beranggapan mereka dapat mencoblos di TPS mana saja dengan bermodal e-KTP.

Hal ini disampaikan Komisioner Bawaslu Jakarta Timur Bidang Hukum, Data dan Informasi, Ahmad Syarifudin saat dikonfirmasi apa yang jadi kendala dalam pelaksanaan Pemilu 2019 hingga sekarang.

"Sosialisasinya sangat kurang. Masyarakat masih punya pemikiran kalau KTP mana pun bisa nyoblos, itu bikin gaduh sehingga kita harus selalu memberi penjelasan," kata Ahmad di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019).

Dia mencontohkan kasus sekitar 20 mahasiswa di satu TPS Kelurahan Gedong yang marah karena KPPS tak mengizinkan mereka memilih di tempat yang sama dengan kawannya.

Meski pengawas TPS dan jajaran Panwascam Pasar Rebo sudah memberi penjelasan teknis mencoblos, puluhan mahasiswa dari satu kampus itu ogah menerima.

"Sudah dijelaskan Panwascam tapi enggak mau, mereka maunya bertemu Bawaslu Kota, makannya kita hadir. Tadi jumlahnya sekitar 20 orang mahasiswa, itu di satu TPS," ujarnya.

Penghitungan Sementara Kelurahan Cijantung, Prabowo-Sandi Unggul Tipis

5 TPS di Komplek Bappenas Depok Dimenangkan Jokowi-Maruf Amin

Selain sosialisasi, dugaan politik uang atau serangan fajar di Kelurahan Lubang Buaya yang melibatkan penyelenggara Pemilu 2019 jadi atensi Bawaslu Jakarta Timur.

Mengingat dugaan serangan fajar dilakukan seorang Caleg DPRD Provinsi DKI dan seorang Caleg DPR RI dari satu partai politik dengan total uang yang dibagikan mencapai ratusan juta rupiah.

"Diduga melibatkan penyelenggara Pemilu 2019. Masih pengusutan, kita belum klarifikasi karena mereka masih bertugas. Karena enggak mungkin langsung diamankan, sulit mencari pengganti," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved