Pemilu 2019

Anggota PPS Kelurahan Bambu Apus Ini Harus Reka Kehilangan HP Saat Pendistribusian Logistik Pemilu

Selain itu, wanita yang biasa disapa Hani mengaku waktu kedatangan logistik yang mepet dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) membuat dirinya merasa lelah.

Anggota PPS Kelurahan Bambu Apus Ini Harus Reka Kehilangan HP Saat Pendistribusian Logistik Pemilu
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Ketua PPS Bambu Apus, Siti Rohani 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Cerita Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Bambu Apus yang kehilangan handphone ketika sedang kordinasi pendistribusian logistik dari tingkat kecamatan ke kelurahan.

Ia adalah Siti Rohani. Wanitia berusia 49 tahun merupakan ketua PPS Kelurahan Bambu Apus.

Pengalaman menjadi Ketua PPS di Pemilu 2019 menyimpan cerita duka tersendiri bagi dirinya.

Cerita dukanya berawal dari H-2 pendistribusian logistik ke Kelurahan dari PPK Cipayung yang berada di GOR Setu. Dirinya mengaku kehilangan handphone saat itu usai berkordinasi terkait logistik via telpon.

"Jadi waktu itu pas H-2 memang lagi terasa ribet banget karena pendistribusian tingkat kelurahan. Saya sedang kordinasi dengan pihak PPK Cipayung via telpon. Saat itu posisi saya di jalan. Karena sudah pusing saya sampai tidak sadar kalau handphone tidak diletakan kembali ke dalam tas. Kemungkinan jatuh di jalan," jelasnya, Jumat (19/4/2019).

Curahan Hati Suyono Jadi Panitia Pengawas TPS, Kurang Tidur dan Bangga Jadi Bagian Pesta Demokrasi

Selain itu, wanita yang biasa disapa Hani mengaku waktu kedatangan logistik yang mepet dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) membuat dirinya merasa lelah.

"Kalau dikatakan lelah ya pasti lelah. Logistik berbarengan dengan bimtek. Dan dari PPS Kelurahan Bambu Apus kami juga mengadakan bimtek mandi ke KPPS sampai mereka paham. Sebab Pemilu ini serentak jadi saya harus memberikan paparan kepada pihak KPPS juga secara mandiri untuk meminimalisir kesalahan," tambahnya.

Meskipun demikian, Hani tetap menjalankan kewajiban pekerjaannya dengan totalitas.

Dukanya berganti menjadi kesenangan tersendiri setelah melihat semua logistik Pemilu sampai ke 81 TPS dengan aman tanpa kekurangan.

Dirinya juga mengaku mencintai pekerjaan sosial, sehingga apapun duka yang dihadapinya tidak membuat dirinya kapok untuk ikut andil dalam Pemilu mendatang.

Diduga Ditemukan Kecurangan, 1 TPS di Kabupaten Tangerang Gelar Pencoblosan Ulang

Duka membawanya pada ikatan silaturahmi dan kekompakan yang semakin kuat antar KPPS dengan para PPS Kelurahan Bambu Apus.

"Jadi begitu HP saya hilang, kan mereka sulit menghubungi saya. Tapi kalau ada butuh apa-apa mereka tau saya ada di GOR Setu. Atau telpon ke salah satu PPK Cipayung, baru pihak PPK kasih telponnya ke saya. Ternyata HP hilang membuat kita semua semakin kompak dan solid. Kendala seperti ini membuat silaturahmi makin dekat," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved