Pileg 2019

Bawaslu Jakarta Timur Sebut Caleg Petahana Bagikan Rp100 Ribu untuk Serangan Fajar di Lubang Buaya

"Pembagian uang oleh relawan satu Caleg DPRD Provinsi DKI Jakarta, dugaannya berinisial MNT dari partai PPP. Targetnya 1.427 warga, satu orang warga."

Bawaslu Jakarta Timur Sebut Caleg Petahana Bagikan Rp100 Ribu untuk Serangan Fajar di Lubang Buaya
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji (baju putih) bersama jajarannya, di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga RW 10 Kelurahan Lubang Buaya sibuk membicarakan politik uang atau serangan fajar yang diduga melibatkan Caleg DPRD DKI yang menggelontorkan uang sekitar Rp 142 untuk 'membeli' suara warga.

Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji mengatakan uang tersebut diduga berasal dari dompet relawan Caleg DPRD DKI petahana berinisial MNT kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) guna mempertahankan kursi di Kebon Sirih.

"Pembagian uang oleh relawan satu Caleg DPRD Provinsi DKI Jakarta, dugaannya berinisial MNT dari partai PPP. Targetnya 1.427 warga, satu orang warga dikasih Rp 100 ribu," kata Sakhroji di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2019).

Dugaan Serangan Fajar Caleg DPRD DKI di Lubang Buaya, Bawaslu Periksa Anggota KPPS Diduga Terlibat

Saat serangan fajar diketahui Ketua RW 10 Kelurahan Lubang Buaya, Sutarlan selaku pelapor dalam kasus ini, sisa uang yang belum dibagikan ke warga hanya Rp 1,5 juta dan kini diamankan jadi barang bukti.

Tanda terima dari relawan MNT ke koordinator warga RW 10 yang merupakan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun jadi bukti laporan Sutarlan ke Bawaslu Jakarta Timur.

"Tadi didapat keterangan kalau pembagian uang sudah dilakukan, kalau saya lihat, penyerahan uang dari tim paslon kepada koordinator ini sejak tanggal 12. Artinya pembagian uang dari tanggal 13 sampai tanggal 16, jadi bertahap," ujarnya.

Merujuk hasil pemeriksaan awal, uang ratusan juta rupiah itu dibagikan di kediaman bendahara PPP ke koordinator warga RW 10 yang merupakan penyelenggara Pemilu 2019 secara tunai.

Caleg DPRD DKI yang Diduga Lakukan Serangan Fajar di Lubang Buaya Merupakan Petahana

Kini, Sakhroji menuturkan telah mengantongi cukup barang bukti formil dan materil untuk membawa kasus ke tingkat selanjutnya, yakni diproses bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

"Informasinya mereka bertemu di rumah bendahara partai. Katanya bendahara partai, tapi masih kita buktikan. Saya lihat ini sudah memenuhi syarat, tapi tetap dilakukan kajian biar lengkap," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved