Pileg 2019

Dugaan Serangan Fajar Caleg DPRD DKI di Lubang Buaya, Bawaslu Periksa Anggota KPPS Diduga Terlibat

Pemeriksaan yang dipimpin Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji di kediaman Ketua RW 10, Sutarlan berlangsung sejak pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB.

Dugaan Serangan Fajar Caleg DPRD DKI di Lubang Buaya, Bawaslu Periksa Anggota KPPS Diduga Terlibat
Kompas.com/DIAN MAHARANI
Ilustrasi politik uang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Bawaslu Jakarta Timur bergerak cepat mengusut dugaan politik uang atau serangan fajar di RW 10 Kelurahan Lubang Buaya, Cipayung yang dilakukan seorang Caleg petahana DPRD DKI Jakarta.

Pada Kamis (18/4/2019) mereka memanggil tiga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari TPS berbeda di wilayah RW 10 Kelurahan Lubang Buaya.

Pemeriksaan yang dipimpin Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji di kediaman Ketua RW 10, Sutarlan berlangsung sejak pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB.

Caleg DPRD DKI yang Diduga Lakukan Serangan Fajar di Lubang Buaya Merupakan Petahana

"Pemeriksaan saksi dalam rangka penelusuran, pemeriksaan awal istilahnya. Selain pelapor kita juga periksa koordinator relawan untuk RW 10, dan dua orang lainnya," kata Sakhroji di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2019).

Pemeriksaan saksi merupakan tindak lanjut atas laporan Sutarlan yang mendapati adanya serangan fajar dari satu Caleg DPRD Provinsi DKI asal satu partai politik kondang.

Merujuk hasil pemeriksaan terhadap pelapor, Sakhroji menuturkan Sutarlan mengetahui adanya serangan fajar pada hari pencoblosan Rabu (17/4/2019) sekira pukul 05.00 WIB.

"Hasil pemeriksaan awal, menurut pelapor koordinator merupakan petugas KPPS atau penyelenggara Pemilu. Pembagian uang oleh relawan satu Caleg DPRD Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.

Ketua RW 10 Sebut Ada Penyelenggara Pemilu 2019 Jadi Koordinator Serangan Fajar di Lubang Buaya

Pantauan TribunJakarta.com, selama pemeriksaan yang dilakukan jajaran Bawaslu Jakarta Timur berlangsung pihak yang tidak berkepentingan dilarang berada dekat lokasi atau menguping.

Menurut hasil pengungkapan kasus yang dilakukan secara mandiri, Sutarlan menyebut Caleg DPRD Provinsi DKI yang terlibat menggelontorkan uang sekitar Rp 142 juta dengan pembagian Rp 100 ribu per warga.

"Kalau dari tanda terima yang saya amankan uang itu untuk dibagikan ke 1.427 warga. Tapi pas kemarin belum dibagikan semua ke warga, sisa barang bukti dibawa sama Panwascam," kata Sutarlan.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved