Pemilu 2019

Dugaan Serangan Fajar di Lubang Buaya Oleh Caleg Petahana DPRD DKI Dilakukan Sejak Masa Tenang

Dari hasil pemeriksaan anggota KPPS yang jadi koordinator serangan fajar, transaksi tunai yang diduga dilakukan di kediaman bendahara PPP berlangsung.

Dugaan Serangan Fajar di Lubang Buaya Oleh Caleg Petahana DPRD DKI Dilakukan Sejak Masa Tenang
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji (baju putih) bersama jajarannya, di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Politik uang atau serangan fajar di RW 10 Kelurahan Lubang Buaya yang diduga untuk memenangkan Caleg petahana DPRD Provinsi DKI Jakarta inisial MNT asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dilakukan sejak masa tenang kampanye.

Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji mengatakan hal ini terungkap setelah Ketua RW 10 Sutarlan selaku pelapor dan tiga anggota KPPS selaku terlapor diperiksa terkait bagi-bagi uang sekitar Rp 142 juta.

Dari hasil pemeriksaan anggota KPPS yang jadi koordinator serangan fajar, transaksi tunai yang diduga dilakukan di kediaman bendahara PPP berlangsung pada Jumat (12/4/2019).

Bawaslu Jakarta Timur Sebut Caleg Petahana Bagikan Rp100 Ribu untuk Serangan Fajar di Lubang Buaya

"Sesuai keterangan ini dilakukan dari tanggal 13, 14, 15, 16, lalu tanggal 17 paginya ketahuan. Jadi kita anggap dilakukan pada masa tenang," kata Sakhroji di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2019).

Bila nantinya semua bukti semakin kuat bahwa serangan fajar dilakukan saat masa tenang, Sakhroji menuturkan pasal yang menjerat berpengalaman pihak yakni pasal 523 ayat 2 UU Nomor 7 tahun 2017.

Tapi pasal yang disangkakan dapat berbeda bila serangan fajar tetap dilakukan hingga hari pencoblosan atau saat Sutarlan mengetahui kasus ini sekitar dua jam sebelum masyarakat mulai mencoblos.

"Pasal 523 ayat 2 pidana maksimalnya 4 tahun dengan denda Rp 48 juta. Tapi kalau masih melakukan tanggal 17 pasalnya berbeda, dikenakan pasal 523 ayat 3. Ancaman hukumannya 3 tahun penjara dan denda Rp 36 juta," ujarnya.

Dugaan Serangan Fajar Caleg DPRD DKI di Lubang Buaya, Bawaslu Periksa Anggota KPPS Diduga Terlibat

Meski masih pemeriksaan awal, Sakhroji menyebut laporan Sutarlan nyaris memenuhi syarat formil dan materil untuk menyeret penyelenggara dan peserta Pemilu yang terlibat ke meja hijau.

Rencananya, hari ini Bawaslu Jakarta Timur bakal memanggil sejumlah anggota KPPS di wilayah RW 10 yang diduga terlibat serangan fajar kepada 1.427 warga guna memuluskan laju MNT duduk di Kebon Sirih.

"Setelah ada laporan langsung kita minta keterangan pelapor, ini masih dalam proses penelusuran. Nanti kita melakukan kajian awal, dua hari waktunya. Hari Jumat dan Senin," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved