Pemilu 2019

Cerita Petugas Rekap di Kecamatan, Tak Tidur Dua Hari, Mata Sayu, Hingga Dikangeni Keluarga

Kasno memikirkan betul rekan-rekannya juga harus istirahat. Dalam sehari ia juga tidak bisa bekerja seharian penuh selama 12 jam.

Cerita Petugas Rekap di Kecamatan, Tak Tidur Dua Hari, Mata Sayu, Hingga Dikangeni Keluarga
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Anggota PPK Serpong, Rahmat, ditemui di aula kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (18/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Keberlangsungan pesta demokrasi yang puncaknya pada proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) adalah hasil jerih payah banyak pihak.

Kelingking bertinta yang ramai di media sosial dengan kepsyen kesenangan dan heroik, tidak akan ada, tanpa perjuangan orang-orang yang bekerja dibalik pelaksanaan pemilu.

Selain para komisioner dari tingkat pusat hingga kota, ada juga komisioner di tingkat kecamatan, alias para panitia pemilihan kecamatan (PPK), yang bertanggung jawab lebih dekat dengan pencoblosan di ratusan bahkan ribuan TPS di bawahnya.

Jelang pemungutan suara lalu, para PPK salah satu ujung tombak utama lancarnya pesta demokrasi.

Mereka melakukan pemantauan langsung terhadap pendirian TPS di wilayahnya.

Belum lagi soal distribusi logistik yang sangat terbatas dan rentan rusak.

Mereka juga menjadi jembatan koordinasi jika terjadi permasalahan yang harus dikomunikasikan ke KPU tingkat kota kabupaten.

Setelah persiapan, para PPK juga masih harus memasang mata dan telinga, siap melayani kebutuhan atau konsultasi para kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di TPS.

Proses pencoblosan hingga penghitungan berlangsung selama 36 jam. Para PPK harus siaga.

Halaman
123
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved