Pemilu 2019

PPK Cakung Beberkan Kronologi Video Viral Kedatangan Kotak Suara Baru

Usai viral video dugaan pembobolan surat suara, Kecamatan Cakung kembali dihebohkan dengan video kedatangan kotak suara baru.

PPK Cakung Beberkan Kronologi Video Viral Kedatangan Kotak Suara Baru
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Sumitro, Anggota PPK Cakung 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Usai viral video dugaan pembobolan surat suara, Kecamatan Cakung kembali dihebohkan dengan video kedatangan kotak suara baru.

PPK Cakung, Sumitro menceritakan kronologi kasus tersebut

"Jadi memang ada video yang beredar lagi, untuk video tersebut sebenarnya dari KPU mengantar logistik pada Jumat (19/4/2019) mulai sore hari ketika hujan. Kotak yang datang itu merupakan kotak yang belum disetting. Kemudian beredar kabar bahwa Cakung akan mengganti kotak dan sebagainya. Padahal kotak itu dipergunakan untuk menghitung hasil rekap yang dilaksanakan selama 17 hari," kata Sumitro, Sabtu (20/4/2019).

Akibat hal tersebut, Sumitro menjelaskan masyarakat menjadi salah persepsi dan kembali memojokan PPK Cakung yang ingin melakukan kecurangan.

Sehingga proses setting kotak menjadi molor karena para petugas Panitia Pemilihan Kecamatan Cakung harus memberikan penjelasan kepada masyarakat.

"Akhirnya hari ini rekapitulasi kertasnya masih banyak yang berantakan karena kotak settingnya belum dikerjakan. Kita semalam memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kotak yang datang itu untuk apa sampai masyarakat mengerti agar suasana kembali kondusif," sambungnya.

Reaksi PPK Cakung Soal Viral Video Kotak Suara Dibobol

Perubahan Jalur di Stasiun Cakung Jadi Penyebab Perjalanan KRL Bekasi ke Jakarta Hingga 2-3 Jam

Saat ini kondisi di PPK Cakung yang sedang berlangsung rekapitulasi suara tingkat Kecamatan masih kondusif.

"Cakung saya nyatakan tidak ada persoalan dan kalau ada persoalan maka bertanyalah kepada PPK yang mengerti. Jangan kemudian disebarluaskan keluar. Jadi kalau ada kejadian harap dikonfirmasikan dahulu kepada PPK dan jangan kemudian disebarluaskan," kata Dosen Pendidikan Agama Islam ini.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved