Pemilu 2019

PPP Bakal Cek Caleg yang Diduga Lakukan Serangan Fajar di Lubang Buaya

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) angkat bicara terkait dugaan serangan fajar di RW 10 Kelurahan Lubang Buaya.

PPP Bakal Cek Caleg yang Diduga Lakukan Serangan Fajar di Lubang Buaya
Kompas.com/DIAN MAHARANI
Ilustrasi politik uang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) angkat bicara terkait dugaan serangan fajar di RW 10 Kelurahan Lubang Buaya.

Hal itu terkait dugaan Caleg DPRD DKI kader PPP berinisial MNT yang kini kasusnya ditangani Bawaslu Jakarta Timur.

Saat dikonfirmasi kebenaran kasus, Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi mengaku pihaknya belum mengetahui kabar bahwa Caleg petahana itu diduga terlibat serangan fajar agar dapat mempertahankan kursinya.

"Saya belum dengar ya. Saya cek dulu ya," kata Arwani saat dikonfirmasi wartawan di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2019).

Saat dikonfirmasi sanksi apa yang diberikan PPP bila MNT terbukti menggelontorkan uang sekitar Rp 142 juta untuk membeli suara 1.427 warga di RW 10, Arwani tak menjawab gamblang.

Dia hanya menuturkan bakal mengecek kebenaran dugaan kasus yang dilaporkan Ketua RW 10, Sutarlan kepada Bawaslu Jakarta Timur.

"Saya cek dulu," ujarnya.

Meski belum ditangani Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), Bawaslu Jakarta Timur sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap pelapor dan tiga anggota KPPS yang jadi terlapor karena berperan sebagai koordinator.

Pemeriksaan dilakukan pada Kamis (18/4/2019) sejak pukul 21.00 WIB hingga 00.00 WIB itu dipimpin langsung ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji didampingi jajarannya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, serangan fajar dilakukan sejak masa tenang kampanye namun baru terkuak usai sejumlah warga yang tak kebagian melapor ke Sutarlan.

"Pembagian uang oleh relawan satu Caleg DPRD Provinsi DKI Jakarta, dugaannya berinisial MNT dari partai PPP. Targetnya 1.427 warga, satu orang warga dikasih Rp 100 ribu," tutur Sakhroji.

Dugaan Serangan Fajar Caleg DPRD DKI di Cipinang Melayu, Warga Diberi Rp 50 Ribu

Soal Serangan Fajar di Lubang Buaya, Bawaslu Belum Intruksikan Pencoblosan Ulang

Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini merupakan sisa uang yang belum dibagikan ke warga sebesar Rp 1,5 juta dan tanda terima saat koordinator menerima uang.

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui uang ratusan juta diberikan secara tunai, transaksi bahkan diduga dilakukan di kediaman bendahara PPP.

"Informasinya mereka bertemu di rumah bendahara partai. Katanya bendahara partai, tapi masih kita buktikan. Mungkin sebelumnya mereka sudah mendata berapa angka pemilih yang sudah didapat," lanjut Sakhroji.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved