Pemilu 2019

Dijaga Ketat, Pemungutan Suara Ulang di Kabupaten Tangerang Dikawal 2 Pleton TNI dan Polri

Menurut Sabilul, ia menerjunak satu pleton polisi atau sebanyak 30 personel dari Polresta Tangerang untuk mengawal PSU di TPS 01.

Dijaga Ketat, Pemungutan Suara Ulang di Kabupaten Tangerang Dikawal 2 Pleton TNI dan Polri
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat meninjau keberlangsungan PSU di TPS 01, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKAMULYA - Kawal pemungutan suara ulang (PSU) di Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, TNI dan Polri terjunkan dua pleton.

Walau PSU dilaksanakan di tempat terpencil di Kecamatan Sukamulya, bahkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang becek tidak menyurutkan semangat TNI dan Polri untuk menjaga kondusifitas.

Tak tanggung-tanggung, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif pun turun langsung mengawal kegiatan pemungutan suara di TPS 01 yang sederhana.

Menurut Sabilul, ia menerjunak satu pleton polisi atau sebanyak 30 personel dari Polresta Tangerang untuk mengawal PSU di TPS 01.

"Pasukan yang dikerahkan kurang lebih dari TNI sendiri satu pleton, 30 orang. Dari Polri satu pleton juga 30 orang. Belum lagi dari Satpol PP dan termasuk perangkat KPU dan Bawaslu," ujar Sabilul di TPS 01, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019).

Dianggap Lalai, Petugas KPPS 01 Kabupaten Tangerang Tidak Dipecat Setelah Pencoblosan Ulang

Hal tersebut, menurut Sabilul, tak lain dan tak bukan untuk menjaga kondusifitas PSU di TPS 01, Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Bahkan, beberapa waktu lalu Sabilul menginstruksikan kepada semua personelnya untuk melakukan tindakan tembak ditempat bagi para oknum yang mengacaukan proses pencoblosan.

"Kita akan jaga ketat. Bila ada money politic kita tangkap dan bila ada upaya intimidasi atau menghalang-halangi pemilih, kita akan tindak tegas terutama pengacau pemilu kita tembak di tempat," tegas Sabilul.

Setiap gang atau pintu akses masuk pemukiman padat penduduk pun akan dipasang portal dan dijaga polisi guna mencegah politik uang.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved