Diangggap Intervensi Saksi, Terdakwa Pemukulan Lansia Dimarahi Hakim

Ketua majelis hakim, Soehartono berulang kali menegur terdakwa Sanny Suharli (69) di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Diangggap Intervensi Saksi, Terdakwa Pemukulan Lansia Dimarahi Hakim
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Dua saksi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus pemukulan oleh terdakwa Sanny Suharli (69) di PN Jakarta Barat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Ketua majelis hakim, Soehartono berulang kali menegur terdakwa Sanny Suharli (69) di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Hal itu karena Sanny yang merupakan terdakwa kasus pemukulan dianggap mengarahkan pertanyaan kepada dua saksi yang dihadirkan.

Diketahui, pada sidang lanjutan hari ini, dua saksi dihadirkan yakni Paul tetangga terdakwa dan korban serta Priyanto selaku petugas keamanan komplek.

Keduanya adalah orang yang melihat kejadian pemukulan yang dilakukan Sanny kepada Kon Siw Lie (67) di Komplek Taman Daan Mogot, Jakarta Barat pada 3 Juni 2018 silam.

“Tolong terdakwa tak usah mengarahkan pertanyaan. Jawab aja benar atau tidak, tidak usah menilai," tegas Soehartono saat memberikan kesempatan kepada terdakwa terkait kesaksian yang disampaikan saksi, Senin (22/4/2019).

Tak hanya sekali, sikap terdakwa yang dianggap kelewat batas juga sempat membuat hakim marah.

Sebab, terdakwa berulang kali mencecar saksi sambil berdiri hingga membuat hakim bereaksi. 

"Saya ingatkan saudara bahwa etika sidang itu berbeda dengan warung kopi. Saudara jangan melewati batas, nanti ada kesempatan untuk saudara berbicara," kata Soehartono. 

Dalam kesaksiannya, baik Paul maupun Priyanto mengaku melihat secara jelas bahwa terdakwa melayangkan tangannya kepada Kon Siw Lie.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved