Dosen Perempuan Pembunuh Anggota DPRD Sragen Jalani Rekonstruksi, Begini Faktanya

"Setelah saksi-saksi kami periksa semua, udah clear, selanjutnya rekonstruksi untuk memperjelas peran-peran itu, tahapan-tahapannya," jelasnya.

Dosen Perempuan Pembunuh Anggota DPRD Sragen Jalani Rekonstruksi, Begini Faktanya
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Rumah Sugimin, anggota DPRD Sragen di Desa Karangnongko RT 10, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. 

"N itu juga seorang pengusaha konveksi. Ada kedekatan dengan korban sekitar dua tahun lebih," ujar dia.

Adit menambahkan pihaknya belum bisa menghadirkan tersangka dalam gelar perkara.

 Tersangka mencoba bunuh diri

Hingga kini, AKP Aditya menyebut kondisi kejiwaan tersangka masih labil.

"Tersangka berupaya bunuh diri. Jadi jangan diwawancara dulu," imbuh Adit.

Selain itu, dia mengatakan masih menunggu hasil visum Labfor dari Semarang.

Obat Diare

Racun itu diberikan tersangka melalui kapsul obat diare yang rutin diminum korban.

Racun dimasukkan dalam kapsul obat bermerk diapet, dengan cara mengeluarkan sebagian isi obat.

Motif Sakit Hati

"Motifnya sakit hati," kata Adit.

AKP Aditya pun mengimbuhkan mobil korban juga dijual tersangka seharga Rp 98,5 juta.

Mobil itu bermerk Isuzu Panther seri Grand Touring tahun 2002 Nopol AD-9210-RE.

Usai Lari 5 Km, Sandiaga Uno Siap Kembali Jalankan Aktivitas dan Besok Berencana Temui Relawan

Real Count KPU Pilpres 2019 Pukul 06.00 WIB: Jokowi 54,66% Prabowo 45,34% Data Masuk 13,406%

"Kami akan gelar perkara menunggu hasil visum dari Labfor Semarang," tandasnya.

Mayatnya Ditemukan di Pinggir Jalan

Sugimin ditemukan meninggal dunia di  Wonogiri, Selasa (16/4/2019) dini hari.

Jasad penduduk Karangnongko RT 10, Kecamatan Masaran, Sragen, itu ditemukan tergeletak dalam posisi tengkurap di tepi jalan raya.

Tepatnya sebelah utara SMP Negeri 1 Wonogiri, Giritirto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Saat ditemukan warga, korban mengenakan kemeja berwarna kuning berlogo Partai Golkar.

Jenazah korban diterima petugas jaga IGD RSUD Wonogiri sekitar pukul 00.30 WIB, diantarkan penemunya.

Korban Anggota Komisi III DPRD

Sugimin merupakan caleg petahana, saat ini duduk di Komisi III DPRD Sragen periode 2014-2019.

Dia kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Golkar Dapil 1 meliputi Kecamatan Sragen, Masaran, dan Sidodadi.

Keluarga dan kolega telah meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus penemuan jasad Sugimin ini.

Termasuk penyebab kematiannya agar tidak menimbulkan spekulasi yang negatif.

Putra Almarhum Pernah Ketemu Terduga Pelaku

Anak pertama almarhum Sugimin Deni Gian Kurniawan saat ditemui di rumah korban yang berada di Karangnongko RT 10, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen mengatakan cukup lega dengan ditangkapnya tersangka.

"Iya kami mendengar kabar semalam bahwa pelaku pembunuhan ayah saya sudah ditangkap," ujar Deni kepada Tribunjateng.com, Kamis (18/4/2019).

Deni mengatakan untuk mobil almarhum ayahnya sudah dijual oleh pelaku.

Saat ditemukan jasad almarhum ayahnya hanya ditemukan bersama dompet dengan uang Rp 170.000 dan tanda pengenal.

Dirinya juga mengatakan pernah bertemu dengan pelaku lebih dari satu tahun lalu di rumah sakit ketika ayahnya dirawat.

Dirinya berharap proses penyelidikan yang dilakukan Polres Wonogiri dapat berjalan dengan lancar.

Deni juga mengatakan pelaku dapat dihukum seberat-beratnya karena sudah melakukan pembunuhan.

"Kami sekeluarga tidak ada yang menyangka atas kejadian ini, dua minggu yang lalu saya terakhir bertemu dengan bapak," lanjut Deni.

"Saat bertemu itu ya kami ngobrol seperti biasa tanya pekerjaan, keluarga, anak, cucu," lanjutnya dengan mata berbinar.

Deni juga menyampaikan dirinya memang jarang bertemu almarhum dikarenakan sibuk dengan masing-masing urusan.

Dengan suara sedikit serak Deni menceritakan almarhum ayahnya yang memiliki sifat tegas, pemberani, dan energik.

Dirinya juga menyampaikan sejak kecil telah dididik untuk menjadi pribadi yang mandiri dan kuat.

"Saya ingat sekali pertama merintis usaha dari nol pertama jualan toko kelontong sebelum buka konvensi, pergi keluar Jawa kulakan kain dibawa kerumah ditenteng, seminggu sekali baru pulang," lanjut Deni.

Deni mengatakan almarhum membuka usaha konveksi dari 1999. Dia juga mengatakan merasa sangat kehilangan dengan figur ayahnya.

Dia menambahkan masih perlu bimbingan dan banyak belajar dari ayahnya.

"Namanya juga anak sampai kapanpun sosok orang tua tetap dibutuhkan," lanjutnya.

Untuk usaha konveksi ayahnya dia mengatakan kini dikelola istrinya Dwi Astuti. Sedangkan dirinya mengaku sedang mengelola tempat fitness di Solo.

"Saya tetap memantau, jika diminta beli kain ya tetap saya belikan," pungkasnya. (dna/uti)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Dosen Perempuan Pembunuh Sugimin Anggota DPRD Sragen Akan Jalani Rekonstruksi

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved