Kasi Pendidikan Kebon Jeruk Yakin Tidak Ada Kecurangan dalam USBN

Menurutnya, terkait kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan ujian selama ini tidak ada.

Kasi Pendidikan Kebon Jeruk Yakin Tidak Ada Kecurangan dalam USBN
TribunJakarta.com/Leo Permana
Kasi Sudin Pendidikan di Kecamatan Kebon Jeruk, Sri Wahyuningsih saat ditemui di SDN 08 Kebon Jeruk, Senin (22/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Kasi Sudin Pendidikan di Kecamatan Kebon Jeruk, Sri Wahyuningsih merasa yakin tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) 2019 ini.

Hal itu karena pihaknya sudah lakukan sosialisasi serta pembinaan, baik ke pengawas ruang atau kepala sekolah.

"Alhamdulillah nggak ada ya, karena kita sudah ada sosialisasi, sudah lakukan pembinaan ke pengawas ruang, kepala sekolah, untuk indikasi kecurangan nggak lah kan mereka ngerjain sendiri, semua mengerjakan sendiri," katanya di SDN 08 Kebon Jeruk, Jakbar, Senin (22/4/2019).

Menurutnya, terkait kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan ujian selama ini tidak ada.

Sri menambahkan, bahkan murid yang sakit pun tidak mengikuti ujian dan mereka harus mengerjakan sendiri tanpa dibantu siapapun.

"Alhamdulillah karena mereka memang ngisinya atau ngerjainnya sendiri, dan kalau sakit pun ya nggak mengikuti ujian, kita nggak boleh ngebantu, jadi si anak memang langsung mengerjakan sendiri tidak dibantu," jelas Sri.

Mengenai soal ujian susulan yang akan diberikan, lanjut Sri, soalnya berbeda namun tidak akan beda jauh dari soal yang murid lainnya kerjakan.

Ia mencontohkan, misal untuk mata pelajaran Matematika, ada soal tentang kubus, di soal ujian susulan mengenai segitiga.

KPU Jakarta Timur Berduka, Dua Anggota Meninggal dan Dua Orang Sakit Keras

Penasihat Hukum Sayangkan Sidang Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Ditunda

Antisipasi Petugas Kelelahan, Tim Medis Hingga Ambulans Disiagakan Disetiap Kecamatan di Kota Depok

"Lalu misal untuk soal Bahasa Indonesia seandainya ada pribahasa apa, ini disamar-samarkan sebenarnya sama, mirip-mirip hanya disarukan sedikit tapi mendekati sama," terangnya.

Sebelumnya, Sri menyebutkan ada dua murid SD di Kecamatan Kebon Jeruk yang sakit pada hari ini, sehingga harus mengikuti ujian susulan.

Di antaranya ada yang sakit tipus dan kini dirawat di UGD, kemudian murid lainnya sakit demam.

Sri pun menerangkan, untuk jadwal ujian susulan akan dimulai pada Jumat (26/4/2019), kemudian Senin, Selasa dan Kamis (2/5/2019).

"Rabunya kebetulan bertepatan hari Buruh, sehingga ujian susulan terakhir dilaksanakan pada Kamisnya," kata dia.

Penulis: Leo Permana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved