Kesaksian Korban Selamat Teror Bom di Sri Lanka: Genteng, Kaca dan Serpihan Kayu Berserakan

Dirinya pun melihat banyak mayat yang tergeletak di lantai, beberapa diantaranya masih mengenakan pakaian dan syal.

Kesaksian Korban Selamat Teror Bom di Sri Lanka: Genteng, Kaca dan Serpihan Kayu Berserakan
AFP/LAKRUWAN WANNIARACHCHI via Kompas
Seorang perempuan yang terluka dibawa dengan tandu di sebuah rumah sakit usai ledakan bom di sebuah gereja di kota Batticaloa, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, KOLOMBO - Pasca terjadinya serentetan serangan bom yang menewaskan setidaknya 207 orang dan melukai ratusan lainnya dalam momen Hari Raya Paskah di Sri Lanka, seorang Fotografer yang meliput lokasi kejadian menjelaskan apa yang ia lihat.

Saat itu, ia bertugas untuk mengabadikan gambar dari peristiwa naas yang terjadi di Gereja St Anthony.

Dirinya pun melihat banyak mayat yang tergeletak di lantai, beberapa diantaranya masih mengenakan pakaian dan syal.

Pasca Ledakan Bom Beruntun, Pemerintah Sri Lanka Tetapkan Jam Malam
Pasca Ledakan Bom Beruntun, Pemerintah Sri Lanka Tetapkan Jam Malam (Al Jazeera)

Sebagian besar atap gereja itu terlihat rusak akibat ledakan dahsyat tersebut.

Genteng, kaca dan serpihan kayu pun terlihat berserakan di lantai, tampak pula genangan darah.

Ledakan Bom di Sri Lanka Saat Hari Raya Paskah: Tewaskan 207 Orang Diantaranya WNA

Ramalan Zodiak Cinta Senin 22 April 2019, Cancer Bakal Dapat Kejutan Manis dan Libra Bertengkar

 

Dikutip dari laman Asia Times, Senin (22/4/2019), Sumanapala, seorang saksi yang tengah menjaga tokonya di dekat gereja bersejarah tersebut, kaget mendengar ledakan yang tidak jauh dari tempatnya berada saat itu.

"(Setelah bunyi ledakan), aku berlari ke dalam untuk membantu, orang yang memimpin kebaktian itu terlihat keluar dan berlumuran darah," kata dia.

Personel keamanan Sri Lanka berjalan diantara mayat-mayat yang terkena ledakan di gereja St Anthony's Shrine, setelah ledakan menghancurkan bangunan yang terletak di Kochchikade, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019).
Personel keamanan Sri Lanka berjalan diantara mayat-mayat yang terkena ledakan di gereja St Anthony's Shrine, setelah ledakan menghancurkan bangunan yang terletak di Kochchikade, Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). ((Ishara S Kodikara/AFP))

"Itu sangat mengerikan, seperti lautan darah,".

Rangkaian ledakan yang terjadi di negara tersebut juga menghancurkan restoran yang ada di Hotel Shangri-La dan Cinnamon Grand, serta meluluhlantahkan Gereja St Sebastian di Negombo, bagian Utara Kolombo.

Sementara salah seorang keluarga korban, Gabriel menolak untuk menyebutkan nama keluarganya dan ia hanya mengatakan bahwa saudaranya tengah menghadiri Misa di gereja saat ledakan terjadi.

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved