Kesaksian Korban Selamat Teror Bom di Sri Lanka: Genteng, Kaca dan Serpihan Kayu Berserakan

Dirinya pun melihat banyak mayat yang tergeletak di lantai, beberapa diantaranya masih mengenakan pakaian dan syal.

Kesaksian Korban Selamat Teror Bom di Sri Lanka: Genteng, Kaca dan Serpihan Kayu Berserakan
AFP/LAKRUWAN WANNIARACHCHI via Kompas
Seorang perempuan yang terluka dibawa dengan tandu di sebuah rumah sakit usai ledakan bom di sebuah gereja di kota Batticaloa, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). 

"Potongan atap jatuh menimpa kepalanya, dan ia mengalami pendarahan hebat dari telinganya itu," kata Gabriel.

Remaja Cantik Berusia 18 Tahun Jadi Koreografer Dionysus BTS, Ini Faktanya

Real Count KPU Pilpres 2019 Pukul 06.00 WIB: Jokowi 54,66% Prabowo 45,34% Data Masuk 13,406%

"Kita semua shock, kami tidak ingin negara ini kembali ke masa lalu yang kelam, di mana kami harus hidup dalam ketakutan terjadi ledakan bunuh diri yang bisa saja menimpa kami sepanjang waktu,".

Sementara itu, Menteri Reformasi Ekonomi dan Distribusi Publik Sri Lanka, Harsha de Silva mengatakan bahwa dirinya telah mengunjungi dua hotel yang diserang dan juga Gereja St Anthony, lokasi yang ia sebut memiliki dampak terburuk.

"Saya melihat banyak korban mengenaskan," tulisnya dalam cuitan akun Twitternya.

Ia juga menulis, "banyak korban termasuk diantaranya orang asing,".

PBNU Desak PBB Inisiatif Investigasi

Menyaksikan dan mencermati peristiwa peledakan Bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka yang telah menelan korban lebih dari 130 jiwa termasuk anak-anak dan perempuan, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H A Helmy Faishal Zaini menyatakan kecamannya.

"PBNU mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda. Perilaku kekerasan bukanlah merupakan ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin," kata Helmy dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com pada Minggu (21/4/2019).

Ia menjelaskan, perdamaian, kebebasan, dan juga toleransi adalah prinsip utama dalam menjalankan kehidupan di samping prinsip Maqaasid Syariah yang terdiri dari hifdud din wal aql (menjaga agama dan akal), hifdzul nafs (menjaga jiwa), hifdun nasl (menjaga keluarga), dan hifdul mal (menjaga harta) dan hifdhul irdh (menjaga martabat).

"Kelima prinsip tersebut merupakan prinsip utama yang harus ditegakkan di manapun bumi dipijak," kata Helmy.

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved