Breaking News:

Pilpres 2019

Sederet Fakta Gudang Logistik KPU di Sumbar Terbakar: Ada 36.000 Surat Suara, Diduga Sengaja Dibakar

Polisi duga Gudang logistik pemilu 2019 di Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat dibakar sengaja.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
(Kompas.com/PERDANA PUTRA)
Kapolres Pesisir Selatan AKBP Fery Herlambang dan Dandim Pesisir Selatan Letkol (Kav) Edwin Dwi Guspana meninjau gudang logistik Pemilu KPU Pesisir Selatan di Koto XI Tarusan yang tetbakar, Senin (22/4/2019) dini hari 

TPS 01 di Kecamatan Sukamulya sendiri baru saja melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Minggu (21/4/2019) dikarenakan ada kelalaian dari Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) setempat.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, perolehan suara untuk Prabowo-Sandi justru mengalami peningkatan ketimbang 17 April kemarin.

Pada Rabu (17/4/2019), dari 236 daftar pemilih tetap (DPT), Prabowo-Sandi menang telak dengan 142 suara sedangkan, pasangan Joko Widodo-Maruf Amin mendapatkan 42 suara.

Sementara pada PSU kemarin, Prabowo-Sandi kembali unggul mendapatkan 150 suara sedangkan, lawannya mendapatkan 52 suara.

Dijaga Ketat, Pemungutan Suara Ulang di Kabupaten Tangerang Dikawal 2 Pleton TNI dan Polri

Perjalanan Karier Ketua KPU Depok: Sempat Diremehkan Hingga Bersaing Dengan Dosen dan Pengacara

Tak hanya itu, tingkat partisipasi masyarakat Desa Bunar juga meningkat dari sebelumnya.

Dari data yang diperoleh, dari pemilihan reguler hanya di 191 warga yang menggunakan hak suara sebelumnya sedangkan, pada PSU kemarin sebanyak 212 yang menggunakan hak suaranya.

Ketua KPU Tangerang, Ali Zaenal Abidin mengatakan, dalam proses PSU berjalan secara baik dan sesuai dengan aturan yang ada.

"Seluruh stakeholder baik dari pemerintah dan kepolisian turut memantau jalannya pesta demokrasi ini, kita bersyukur semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Bahkan, tingkat partisipasi pun meningkat dari sebelumnya," kata Ali di TPS 01, Minggu (21/4/2019).

Menurutnya, hasil dari PSU tersebut akan dibawa menuju desa sebelum diserahkan pada pihak petugas di kecamatan untuk dilakukan pleno perhitungan suara.

Dikesempatan yang sama, Sekertaris Daerah Kabupaten Tangerang, Rudi Maesal mengatakan, sistem jemput bola merupakan cara yang dapat meningkatkan angka partisipasi di Pemilu 2019 ini.

"Kita bersyukur angka partisipasinya meningkat dan semua dapat berjalan sesuai rencana," tandasnya.

Dianggap Lalai, Petugas KPPS 01 Kabupaten Tangerang Tidak Dipecat Setelah Pencoblosan Ulang

Menginap di Hotel, Perilaku Gempi Saat Bakal Berpisah dengan Gading Marten Ramai Diperbincangkan

Sebelumnya, pelaksanaan PSU di TPS 01 dilakukan karena adanya empat pemilih dari liar Kabupaten Tangerang yang melalukan pencoblosan tanpa disertai formulir C5.

Warga antusias meski harus becek-becekan

Suasana Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Desa Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Minggu (21/4/2019).
Suasana Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01, Desa Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Minggu (21/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Warga Desa Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang melakukan pemungutan suara ulang (PSU) pada Minggu (21/4/2019).

Dari pantauan di lokasi, warga yang mengikuti pemilu ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 sudah memadati lokasi pencoblosan sejak pukul 07.00 WIB.

Bahkan, mereka rela berbecek-becek ria untuk menyumbangkan hak pilih mereka walau harus diulang kembali.

Memang, TPS yang berlokasi di perkebunan tersebut tampak becek karena diguyur hujan semalaman, namun proses pemungutan suara pun terus berlanjut.

 Hari ini, 1 TPS di Kabupaten Tangerang Gelar Pemungutan Suara Ulang

"Mau gimana lagi, dari pada suara engga terpakai kan. Ikut lagi aja engga masalah," jelas Umar warga Sukamulya yang mengikuti PSU, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019).

Dalam pemungutan suara ulang tersebut, tampak Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif ikut memantau jalannya pemungutan suara.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang, Andi Irawan mengatakan, adanya indikasi kesalahan prosedur pencoblosan menyebabkan dilakukan PSU di TPS 01.

"Ada warga dari luar Kabupaten Tangerang yang tidak membawa A5 tapi melakukan pencoblosan," jelas Andi saat dihubungi, Sabtu, (20/4/2019).

Lebih jelas ia menerangkan, terdapat empat warga luar Kabupaten Tangerang yang melakukan pencoblosan tanpa membawa surat undangan atau C6 saat mencoblos.

Pasalnya warga asal Serang, Pandeglang, dan Nganjuk tersebut hanya berbekalkan e-KTP sebelum melakukan pencoblosan.

"Kami juga akan merekomendasikan pergantian KPPS (Kelompok Panita Pemungutan Suara) di TPS terkait karena dianggap lalai menjakankan tugasnya. Sebab bisa meloloskan pencoblos yang tidak bisa menunjukan surat undangan," ujar Andi.

Dikawal ketat 2 pleton

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat meninjau keberlangsungan PSU di TPS 01, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019).
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat meninjau keberlangsungan PSU di TPS 01, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Kawal pemungutan suara ulang (PSU) di Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, TNI dan Polri terjunkan dua pleton.

Walau PSU dilaksanakan di tempat terpencil di Kecamatan Sukamulya, bahkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang becek tidak menyurutkan semangat TNI dan Polri untuk menjaga kondusifitas.

Tak tanggung-tanggung, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif pun turun langsung mengawal kegiatan pemungutan suara di TPS 01 yang sederhana.

Menurut Sabilul, ia menerjunak satu pleton polisi atau sebanyak 30 personel dari Polresta Tangerang untuk mengawal PSU di TPS 01.

"Pasukan yang dikerahkan kurang lebih dari TNI sendiri satu pleton, 30 orang. Dari Polri satu pleton juga 30 orang. Belum lagi dari Satpol PP dan termasuk perangkat KPU dan Bawaslu," ujar Sabilul di TPS 01, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/4/2019).

 Dianggap Lalai, Petugas KPPS 01 Kabupaten Tangerang Tidak Dipecat Setelah Pencoblosan Ulang

Hal tersebut, menurut Sabilul, tak lain dan tak bukan untuk menjaga kondusifitas PSU di TPS 01, Kampung Kepuh Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

Bahkan, beberapa waktu lalu Sabilul menginstruksikan kepada semua personelnya untuk melakukan tindakan tembak ditempat bagi para oknum yang mengacaukan proses pencoblosan.

"Kita akan jaga ketat. Bila ada money politic kita tangkap dan bila ada upaya intimidasi atau menghalang-halangi pemilih, kita akan tindak tegas terutama pengacau pemilu kita tembak di tempat," tegas Sabilul.

Setiap gang atau pintu akses masuk pemukiman padat penduduk pun akan dipasang portal dan dijaga polisi guna mencegah politik uang.

Selain itu, pemasangan portal juga dianjurkan untuk mengantisipasi usaha-usaha mengintimidasi masyarakat dari kelompok tertentu.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang, Andi Irawan mengatakan, adanya indikasi kesalahan prosedur pencoblosan menyebabkan dilakukan PSU di TPS 01.

"Ada warga dari luar Kabupaten Tangerang yang tidak membawa A5 tapi melakukan pencoblosan," jelas Andi saat dihubungi, Sabtu, (20/4/2019).

Lebih jelas ia menerangkan, terdapat empat warga luar Kabupaten Tangerang yang melakukan pencoblosan tanpa membawa surat undangan atau C6 saat mencoblos.

Pasalnya warga asal Serang, Pandeglang, dan Nganjuk tersebut hanya berbekalkan e-KTP sebelum melakukan pencoblosan.

"Kami juga akan merekomendasikan pergantian KPPS (Kelompok Panita Pemungutan Suara) di TPS terkait karena dianggap lalai menjakankan tugasnya. Sebab bisa meloloskan pencoblos yang tidak bisa menunjukan surat undangan," ujar Andi.

Simak videonya

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved