Nangis Divonis Hukuman Mati, Pembunuh Mayat Dalam Drum: Saya Mohon Maaf Kepada Keluarga Almarhum

Air mata Nurhadi dan istrinya keluar bukan hanya ketika Majelis Hakim Pengadilan Cibinong membacakan vonis hukuman mati untuknya.

Nangis Divonis Hukuman Mati, Pembunuh Mayat Dalam Drum: Saya Mohon Maaf Kepada Keluarga Almarhum
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
MN, Tersangka pembunuh Dufi berjalan saat akan diserahkan ke Polresta Bogor di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2018). Penangkapan dilakukan Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polres Bogor di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terdakwa kasus pembunuhan mayat dalam drum, M Nurhadi dan istrinya Sari Murniasih menangis saat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong membacakan vonisnya, Selasa (23/4/2019).

Majelis Hakim memberikan vonis hukuman mati kepada Nurhadi dan istrinya dalam kasus pembunuhan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi yang mayatanya ditemukan di dalam drum.

Seperti diketahui, terdakwa kasus pembunuhan Dufi bukan hanya Nurhadi dan istrinya saja, namun ada terdakwa ketiga yakni Dasep alias Yudi yang juga menerima vonis dari Majelis hakim Pengadilan Negeri Cibinong.

Air mata Nurhadi dan istrinya keluar bukan hanya ketika Majelis Hakim Pengadilan Cibinong membacakan vonisnya.

Namun, Nurhadi dan istrinya terpantau selalu menangis saat mengikuti sidang sebelum putusan.

Nurhadi pada sidang yang digelar pada Selasa (9/4/2019) lalu sempat mengajukan nota pembelaan yang dibacakan oleh kuasa hukumnya.

Ada beberapa poin pembelaan yang dibacakan dam diharapkan jadi pertimbangan Majelis Hakim.

Di antaranya adalah terdakwa merasa sangat menyesal atas perbuatannya, terdakwa belum pernah melakukan tindak pidana sebelumnya, terdakwa selalu berlaku sopan sejak proses penyidikan sampai persidangan, terdakwa tak pernah menghambat proses penyidikan maupun persidangan dan terdakwa mengakui secara terus terang dan tidak berbelit terkait perbuatannya.

Disebutkan, dari poin-poin pertimbangan tersebut pihak terdakwa melalui kuasa hukum meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan seringan-ringannya kepada terdakwa Nurhadi dan juga pelaku lain yakni Sari Murniasih dan Dasep.

Di hadapan Majelis Hakim, Nurhadi juga diberi waktu untuk memberikan tambahan dari nota pembelaan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved