Program Ramadan Unilever Bantu Donasi Pemulihan Bencana di Lombok, Palu dan Donggala

PT Unilever Indonesia Tbk. kembali memberikan dukungan untuk membantu pemulihan pasca bencana di wilayah Lombok, Palu serta Donggala.

Program Ramadan Unilever Bantu Donasi Pemulihan Bencana di Lombok, Palu dan Donggala
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Konferensi pers Unilever Indonesia untuk menginisiasi program “Ramadhan Berbagi: Beli Kebutuhanmu, Beri Kebaikanmu” bersama BAZNAS dalam memberikan dukungan pasca bencana kepada masyarakat di wilayah Lombok, Palu serta Donggala di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - PT Unilever Indonesia Tbk. kembali memberikan dukungan untuk membantu pemulihan pasca bencana di wilayah Lombok, Palu serta Donggala melalui program “Ramadan Berbagi: Beli Kebutuhanmu, Beri Kebaikanmu”.

Program ini dihadirkan untuk sebagai wadah bagi konsumen yang ingin turut berpartisipasi secara mudah.

Setiap pembelian produk-produk Unilever selama bulan Ramadan akan dikumpulkan sebagai bentuk donasi yang kelak disalurkan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) untuk membangun sejumlah infrastruktur meliputi sekolah, rumah sehat dan mobil sehat di wilayah-wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang terhimpun, bencana alam yang terjadi di Lombok, Palu serta Donggala telah menyebabkan banyak kerugian dan meninggalkan duka mendalam.

Di Lombok sendiri ditemukan 371.966 rumah rusak dan 431.416 masyarakatnya harus hidup sebagai pengungsi.

Sedangkan di wilayah Palu dan Donggala, sebanyak 64.317 rumah mengalami kerusakan hingga hilang dan 77.084 jiwa juga harus mengungsi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun menyatakan rangkaian bencana tsunami, gempa dan likuifaksi di wilayahnya telah menyebabkan kerugian yang ditaksir dapat mencapai sekitar 20 triliun.

Ahmad Fikri selaku Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS menyampaikan, “Banyak sarana dan prasana di wilayah-wilayah tersebut yang rusak sehingga menghambat berbagai aktivitas masyarakat, salah satunya kegiatan belajar mengajar," ujarnya, Selasa (23/4/2019).

"Selain itu, fasilitas kesehatan juga masih sangat dibutuhkan karena hingga sekarang sebagian besar masyarakat tinggal di pengungsian yang padat dengan fasilitas sanitasi terbatas, membuat mereka lebih rentan terkena penyakit," tambah Fikri

Halaman
12
Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved