Tewaskan 207 Orang, Hardiyanto Kenneth Kutuk Penyerangan Bom di Sri Lanka

"Atas nama PDI Perjuangan dan pribadi, saya berduka cita atas korban jiwa dan luka di Sri Lanka. Perbuatan terkutuk ini tak pantas dimaafkan," katanya

Tewaskan 207 Orang, Hardiyanto Kenneth Kutuk Penyerangan Bom di Sri Lanka
ISTIMEWA
Politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hardiyanto Kenneth. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus muda PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengutuk pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Gereja dan hotel di Sri Lanka yang telah menewaskan sekitar 207 orang, pada Minggu 21 April 2019.

Kent, sapaan akrab Hardiyanto Kenneth, turut berduka cita atas korban tewas bom bunuh diri di negara yang berjuluk "Permata Samudera Hindia" itu.

"Atas nama PDI Perjuangan dan pribadi, saya berduka cita atas korban jiwa dan luka di Sri Lanka. Perbuatan terkutuk ini tak pantas dimaafkan," kata Kent di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Menurutnya, serangan terhadap masyarakat yang menjalankan ibadah bertentangan dengan tradisi budaya keberagaman agama dan harmoni antar umat beragama di dunia.

"Mari kita berdoa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di sana. Damai bersama Indonesia," kata pria yang juga advokat dan pengusaha itu.

Gara-gara Malas Keluar Kamar Hotel, Satu Keluarga Terselamatkan dari Teror Bom Sri Lanka

Pria yang juga anggota Banser NU itu menilai, pejabat di Sri Lanka yang diduga sudah mengetahui adanya serangan bom yang meledakan beberapa titik di negara tersebut, dari dinas intelijen asing.

"Seharusnya informasi harus segera diambil tindakan, mengapa tidak diproses. Ayo kita lawan bersama tindakan teror ini," katanya.

Perlu diketahui, sedikitnya 207 orang tewas, termasuk sedikitnya 30 warga negara asing, dan lebih dari 450 lainnya terluka dalam serangkaian serangan bom bunuh diri yang terkoordinasi terhadap gereja dan hotel di Sri Lanka.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan teror tersebut.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved