Pemilu 2019

Tinggalkan Anak Semata Wayang, Keluarga KPPS Meninggal di Tangsel Berharap Bisa Bekerja di KPU

Seakan meneruskan perjuangan ayahnya di TPS, Sherli yang tengah bersekolah di SMK Multimedia kelas X diharapkan tak perlu bingung mencari pekerjaan.

Istimewa/meaningfullife.com
Ilustrasi duka cita 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNKAKARTA.COM, PONDOK AREN - Duka mendalam masih menyelumuti keluarga almarhum Hanafi (49), ketua kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) TPS 50 Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Hanafi gugur saat menjalankan tugas sebagai petugas Pemilu pada Kamis (18/4/2019).

Hanafi meninggalkan seorang istri, Tri Widartani (49) dan seorang putri, Sherli Ananda Rahmawati (16).

Pemilu 2019 masih memberikan trauma kepada dua wanita hebat itu karena telah merenggut lelaki yang paling disayangnya.

Ditemui di rumahnya di bilangan Jalan Gang Mushala RT 6 RW 5 , Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangsel, pada Senin (22/4/2019), Tri dan Sherli lebih banyak diam.

Mereka mempercayakan kepada Gino Dipuro (66), kakak Tri, ipaarnya Hanafi, untuk menjawab wartawan.

Gino memaparkan, Pemilu kali ini berbeda dari pemilihan sebelumnya.

Ia paham betul tentang pemilihan karena beberapa kali menjadi petugas KPPS.

Duka Keluarga Ketua KPPS di Tangsel yang Meninggal Usai Bertugas, Dikenal Pekerja Keras

Pemilu yang digadang-gadang menjadi sejarah baru karena diadakan serentak antara pemilihan eksekutif dan legislatif itu, justru memiliki dampak lain.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved