Polemik Ratna Sarumpaet

Ahli Hukum Pidana: Ada Dua Alasan Publik Figur Sebarkan Berita Bohong

Metty Rahmawati menyebut terdapat dua alasan orang yang berstatus sebagai figur publik menyebarkan berita bohong.

Ahli Hukum Pidana: Ada Dua Alasan Publik Figur Sebarkan Berita Bohong
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Suasana persidangan kasus penyebaran hoaks ketika ahli pidana Metty Rahmawati memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Ahli hukum pidana dari Universitas Trisakti Metty Rahmawati menyebut terdapat dua alasan orang yang berstatus sebagai figur publik menyebarkan berita bohong.

Namun, menurutnya, niatan orang tersebut dalam menyebarkan berita bohong harus dilihat terlebih dulu.

"Jadi kita harus melihat niat awalnya dulu," kata Metty saat bersaksi dalam persidangan kasus penyebaran berita Hoaks atas terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Dari sudut pandang Metty, ada dua kemungkinan seorang publik figur ingin menyebarkan berita bohong.

Pertama adalah demi mendapatkan simpati dari masyarakat, atau karena ingin menimbulkan keonaran.

"Dia inginkan orang simpati, supaya orang kasihan atau dia nginikan ada kericuhan? Dia sadar sebagai figur publik, sehingga dia sadar dia tidak disukai banyak orang, maka dari itu dia sengaja menimbulkan keonaran," katanya.

Ketua DPD PAN Jakarta Timur Sebut Ayu Azhari Tak Lolos sebagai Anggota DPRD DKI

Percakapan WA Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon Dibuka Dalam Sidang, hingga Fahri Tawarkan Jadi Saksi

Sidang Lanjutan Ratna Sarumpaet, Ahli Nyatakan Keonaran Bisa Terjadi Lewat Media Sosial

"Jika yang bersangkutan seorang figur publik, akan lebih mudah mempengaruhi masyarakat karena memang punya pengaruh di masyarakat," tambahnya.

Ratna didakwa telah menyebarkan berita bohong setelah mengaku menjadi korban penganiayaan.

Ratna dikenal publik sebagai aktivis dan seniman yang banyak mengeluti dunia panggung teater. Ia juga aktif di organisasi sosial dengan mendirikan Ratna Sarumpaet Crisis Centre.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved