Belum Juga Disahkan, Rancangan Undang-undang Tentang Kekerasan Seksual Terhambat Pemilu

"Masih pembahasan karena ini kan inisiatif DPR ya. Beberapa kita sudah mengidentifikasi masukan-masukan, dari kami, sudah kita sampaikan juga," katany

Belum Juga Disahkan, Rancangan Undang-undang Tentang Kekerasan Seksual Terhambat Pemilu
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA, Indra Gunawan saat ditemui di kawasan Kabupaten Tangerang, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KARAWACI - Panjangnya proses Pemilu 2019 menghambat tahap kajian Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Indra Gunawan mengatakan RUU tersebut sampai saat ini masih dalam pembahasan bersama pihak terkait.

"Tentu kita masih menunggu juga dari DPR, untuk melakukan pembahasan lebih lanjut. Dikarenakan kemarin Pemilu jadi sempat terhenti," kata Indra saat Rakornas KPPA 2019 di Kabupaten Tangerang, Rabu (24/4/2019).

Dia mengatakan, hingga kini, pihaknya masih mengkaji RUU tersebut, terlebih rancangan tersebut ini merupakan inisiatif dari DPR RI.

"Masih pembahasan karena ini kan inisiatif DPR ya. Beberapa kita sudah mengidentifikasi masukan-masukan, dari kami, sudah kita sampaikan juga," ucap Indra.

Isu Legalisasi LGBT di RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Sikap Ketua DPR, FPKS Hingga Respons FPPP

Pasalnya, RUU PKS hingga kini masih menimbulkan sejumlah polemik dikarenakan berbagai macam pihak.

RUU PKS bahkan dianggap melegalkan pernikahan sesama jenis dan tidak sesuai dengan moral Islam serta Pancasila.

Namun, Kemen PPPA menyatakan bahwa RUU PKS adalah upaya pemerintah untuk sebagai payung menekan dan menghapus kekerasan seksual di Indonesia.

Dimana dalam hal ini berbagai pihak terkait menyatakan, negara sudah harus mulai berpihak pada korban.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved