Pencarian Bocah Hanyut di Ciliwung Terkendala Arus dan Sampah

"Air lumayan cukup kencang, walaupun terlihat dangkal tapi banyak bebatuan dan sampah sehingga baling rakit kami tersangkut sampah," kata Gatot.

Pencarian Bocah Hanyut di Ciliwung Terkendala Arus dan Sampah
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Timur saat menyisir Kali Ciliwung, Selasa (23/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Upaya pencarian Fikri (8) yang hanyut saat berenang di Kali Ciliwung dekat Jalan Slamet Riyadi IV Kelurahan Kampung Melayu pada Selasa (23/4/2019) sore belum membuahkan hasil.

Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan upaya pencarian terkendala derasnya arus dan sampah.

"Air lumayan cukup kencang, walaupun terlihat dangkal tapi banyak bebatuan dan sampah sehingga baling rakit kami tersangkut sampah," kata Gatot di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/4/2019).

Lantaran pencarian personel pemadam dan warga yang dilakukan dari titik awal kejadian belum berhasil, Gatot menuturkan pencarian hari ini difokuskan di sekitar Pintu Air Manggarai.

Guna mempercepat proses pencarian, Gatot menyebut pihaknya bekerja sama dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

Arungi Arus Deras, Keluarga Bocah Hanyut di Ciliwung Nekat Bantu Pencarian

"Hari ini tim melakukan pemantauan di Pintu Air Manggarai. Dari awal kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak sana, mudah-mudahan pencarian cepat berhasil," ujarnya.

Selain Pintu Air Manggarai, pencarian difokuskan menyisir bagian bantaran kali tempat pohon bercokol yang diperkirakan jadi tempat korban tersangkut.

Pasalnya berdasarkan informasi yang diberikan pihak keluarga Fikri, Gatot mengatakan bocah malang yang masih tercatat murid kelas 2 SD itu tak bisa berenang.

Pemadam Cari Bocah Hanyut di Kali Ciliwung Hingga Malam

"Informasi tidak bisa berenang. Makannya tadi dilarang, tapi korban tetap loncat. Dari pihak keluarga dan tetangga juga dari awal membantu mencari korban. Sampai saat ini kita masih berusaha," tuturnya.

Saat kejadian sejumlah teman Fikri sempat berupaya menyelamatkan korban, nahas genggaman para bocah itu kalah tenaga dengan derasnya arus Ciliwung.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved