Pengiriman 120 Kilogram Sabu Dilakukan Secara Estafet, Bakal Disebar di Tangerang

Untuk mengelabui petugas, sabu tersebut dimasukan ke dalam lima karung dan diletakan bersama ratusan karung berisi arang di dalam truk tersebut

Pengiriman 120 Kilogram Sabu Dilakukan Secara Estafet, Bakal Disebar di Tangerang
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Polisi menunjukan paket sabu yang diamankan dari truk kontainer di Tol Bakauheni. Total sabu yang diamankan mencapai 120 kilogram. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Penyelundupan 120 kilogram sabu asal Myanmar ke Indonesia dilakukan secara estafet.

Sabu dikirim melewati Thailand dengan jalur darat, kemudian melewati Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui jalur laut di wilayah Pekanbaru, Riau.

Sabu tersebut kemudian diangkut menggunakan truk kontainer yang telah disiapkan untuk dibawa ke Tangerang, Banten.

Untuk mengelabui petugas, sabu tersebut dimasukan ke dalam lima karung dan diletakan bersama ratusan karung berisi arang di dalam truk tersebut.

Beruntung, aksi penyelundupan itu terbongkar aparat Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (15/4/2019) sewaktu truk tersebut berada di Jalan Tol Bakauheni, Lampung.

Kanit 1 Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arif Oktora mengatakan sabu tersebut dibawa dari Pekanbaru, Riau menuju Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.

Nantinya, kata Arif, sesampainya di Balaraja maka sabu tersebut akan dipindahkan ke empat minibus untuk kemudian diedarkan ke sejumlah tempat di Pulau Jawa.

"Sampai Tangerang sabunya akan dimasukkan ke dalam 4 mobil yang akan diambil oleh kurir. Jadi truknya itu cuma sampai Balaraja aja," kata Arif di Mapolres Metro Jakarta Barat, Kamis (25/4/2019).

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Anies Baswedan Beri Diskon 50 Persen PBB Bagi Lahan Kosong yang Dijadikan RTH

Peraturan Anies: Gratiskan PBB ke Sejumlah Profesi, Palak Pemilik Lahan Kosong di Jalan Protokol

Ratna Sarumpaet Bersikukuh Tidak Pernah Lakukan Keonaran

Mereka yakni JP (35) sopir truk yang membawa 120 kilogram sabu itu dari Riau yang ditangkap di Tol Bakauheni, Lampung pada Senin (15/4/2019).

Kemudian HT (42) dan MS (51) selaku pemilik barang haram tersebut yang ditangkap di daerah Pekanbaru, Riau pada (17/4/2019) dan (19/4/2019).

Terhadap para tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Subsider Pasal 132 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Selain ketiga tersangka yang telah diamankan, Arif mengatakan saat ini pihaknya pun tengah memburu seseorang berinisial AS yang diduga otak dibalik penyelundupan 120 kilogram sabu asal Myanmar tersebut.

"Saat ini kami masih melakukan pengembangan dan pencarian terhadap AS yang diduga berada di luar negeri," kata Arif.
 

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved