Pemilu 2019

Satu Lagi Anggota PPS di Sawangan Kota Depok Meninggal Dunia Akibat Kelelahan

Manih menuturkan, dua hari sebelum Pemilu 2019 pada Rabu (17/4/2019), suaminya sudah mulai sibuk bekerja di TPS tempatnya bertugas.

Satu Lagi Anggota PPS di Sawangan Kota Depok Meninggal Dunia Akibat Kelelahan
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Manih Hasan menunjukan foto almarhum suaminya Niman yang meninggal dunia usai menjadi petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kediamannya, Kamis (25/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEDAHAN - Niman Muslim (64) anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) TPS 15 Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, meninggal dunia pada Senin (22/4/2019).

Dijumpai di kediaman almarhum, Manih Hasan istri Niman menuturkan bahwa almarhum suaminya meninggal dunia diduga akibat kelelahan menjadi petugas PPS.

Manih menuturkan, dua hari sebelum Pemilu 2019 pada Rabu (17/4/2019), suaminya sudah mulai sibuk bekerja di TPS tempatnya bertugas.

"Dua hari sebelum pencoblosan sudah mulai kerja, dari ngedata, terus nyebar undangan, itu selama dua hari dia kerjakan," ujar Manih dijumpai di kediamannya di Jalan Rivaria Dalam, Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Kamis (25/4/2019).

Selesai mendata dan menyebar formulir C6, Manih menututkan suaminya masih bersemangat membangun tenda TPS, mempersiapkan kotak suara, dan berbagai keperluan lainnya hingga Selasa (16/4/2019) malam.

Rabu (17/4/2019) pagi ketika hari pencoblosan, Manih menuturkan almarhum Niman sudah kembali ke TPS untuk bertugas, meskipun baru menikmati waktu istirahat yang cukup sebentar.

Satu Lagi, Angota KPPS di Kota Bekasi Meninggal Dunia Akibat Kelelahan

"Pas pencoblosan dia pagi-pagi sudah di TPS, terus kerja hingga proses akhir penghitungan selesainya itu Kamis (18/4/2019) pagi pukul 04.00 WIB. Kurang lebih bapak dua hari begadang kurang istirahat" ujar Manih.

Pulang ke rumah, Niman pun mengeluhkan bahwa dirinya mengalami pegal-pegal hingga sakit seluruh badannya.

"Pas ngeluh saya ajak ke dokter gak mau, dia malah minta madu dan minta dipanggilin tukang pijit, kata dia nanti juga hilang pegalnya," jelas Manih.

Namun, kondisi kesehatan Niman pun semakin memburuk hingga akhirnya Senin (22/4/2019) almarhum dilarikan ke Rumah Sakit Permata untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kurang lebih satu setengah jam menjalani perawatan di Rumah Sakit, nyawa Niman pun tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit.

"Prosesnya cuma satu setengah jam di Rumah Sakit, kata dokter sudah gak ada. Mungkin dia kelelahan ya, kayak lagi tidur tapi ternyata sudah gak ada," imbuhnya.

Terakhir, Manih menuturkan bahwa almarhum suaminya tersebut tidak memiliki riwayat penyakit apapun semasa hidupnya.

"Tidak ada riwayat penyakit sama sekali, bapak kalau sakit juga gapernah berobat ke dokter. Memang sudah takdirnya ya bapak pergi," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved